olahraga

Profil Fajar Alamri asal Tolitoli, Si Bocil PAUD yang Tampil di Ajang Biliar Internasional

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:33 WIB
Fajar Alamri (instagram Carabao Billiard)

Upaya latihan intensif tersebut dilakukan langsung di bawah bimbingan ayahnya, Jafar Alamri, yang fokus membentuk dasar teknik dan mental bertanding.

Bahkan sebagai bagian dari persiapan, Fajar sempat mengikuti sekitar tiga turnamen kecil atau home tournament tingkat lokal di Tolitoli. Ajang ini menjadi pemanasan sebelum tampil di level yang lebih tinggi.

Penampilan Fajar juga mendapat perhatian dari dua legenda biliar dunia, Efren “Bata” Reyes dan Django Bustamante.

Keduanya menyaksikan langsung aksi Fajar dalam ajang Battle for Legacy yang diselenggarakan oleh Moor Production bersama Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI).

Bahkan, Reyes dan Bustamante sempat bermain bersama Fajar di Mantra Pool Academy, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026).

Efren Reyes menilai Fajar sebagai salah satu atlet biliar cilik dengan potensi besar. Menurutnya, fenomena anak-anak yang mulai menekuni biliar sejak usia dini bukan hal baru di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Filipina.

Namun, pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mengasah potensi tersebut hingga mencapai level tertinggi.

“Setiap negara punya banyak pemain muda, ada yang mulai dari usia enam tahun. Di Indonesia saya melihat ada yang mulai di usia lima tahun. Mereka semua sebenarnya punya kemampuan yang bagus,” ujar Reyes, dikutip dari Okezone, Rabu (10/2/2026).

Reyes menambahkan, para pemain muda memang belum sepenuhnya memahami strategi permainan secara menyeluruh.

Namun, kemampuan dasar mereka sudah terlihat menonjol dan sangat mungkin berkembang pesat dengan latihan yang tepat.

“Karena mereka masih muda, mereka belum sepenuhnya tahu cara bermain, tetapi pukulan mereka sudah bagus. Dengan waktu dan latihan, mereka bisa berkembang jauh lebih baik,” lanjutnya.

Pendapat serupa disampaikan Django Bustamante. Ia mengaku terkesan dengan fokus dan ketenangan Fajar saat berada di meja pertandingan.

Menurutnya, konsistensi latihan akan menjadi kunci masa depan sang bocah.

“Fajar sangat fokus, itu yang saya lihat. Jika dia terus berlatih, suatu hari nanti dia bisa menjadi pemain yang sangat bagus. Siapa tahu, mungkin dalam 10 tahun ke depan dia sudah menjadi pemain besar dan tampil di banyak turnamen internasional,” ujar Bustamante.

Di usia lima tahun, Fajar Alamri telah menunjukkan bahwa bakat bisa muncul sejak dini. Dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin nama Fajar kelak akan bersinar di kancah biliar dunia.***

Halaman:

Tags

Terkini