KLIK SAJA – Walau masih imut, nama Fajar Alamri mendadak menjadi sorotan publik.
Bocil PAUD berusia lima tahun asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), itu tampil mengejutkan dengan mengikuti ajang Carabao International Open (CIO) 2026, sebuah turnamen biliar internasional bergengsi.
Keikutsertaan Fajar di kompetisi tersebut langsung menarik perhatian banyak pihak. Di usia yang masih sangat belia, ia sudah berani bersaing di panggung internasional—sebuah pencapaian yang jarang terjadi untuk anak seusianya.
Meski masih kanak-kanak, Fajar mampu menunjukkan permainan yang menjanjikan.
Pukulan-pukulannya terlihat presisi dan terarah, bahkan menunjukkan kematangan yang membuat para penonton kagum saat menyaksikannya berlaga di atas meja hijau.
Fajar masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat namanya mencuat di dunia olahraga biliar.
Sang bocah berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang kuat di dunia biliar.
Sang mentornya yang tak lain adalah ayahnya sendiri, Jafar Alamri, dikenal sebagai atlet biliar senior di daerahnya dan menjadi pelatih utama bagi Fajar sedari dini
Fajar sendiri adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang tumbuh di lingkungan kampung dengan akses meja biliar di sekitarnya.
Hal ini yang secara tidak langsung membentuk ketertarikan Fajar terhadap olahraga biliar semenjak kecil.
Bahkan bakat terpendam Fajar terhadap biliar mulai terlihat sejak ia berusia sekitar 3 tahun.
Dimana ia kerap memanjat meja biliar di kampung dan mencoba membidik bola secara spontan.
Walau sudah tertarik sejak kecil, latihan biliar Fajar baru dilakukan secara serius dalam kurun waktu 5 hingga 6 bulan terakhir sebelum Februari 2026, atau sekitar pertengahan 2025.