KLIK SAJA - Paris Saint-Germain dan Paris FC akan kembali bertemu untuk kedua kalinya pada tahun ini, saat keduanya memperebutkan satu tempat di babak 16 besar Coupe de France dalam laga yang digelar pada Senin di Parc des Princes.
Sebagai juara bertahan, PSG melaju dengan nyaman pada putaran sebelumnya setelah menang telak 4-0 atas Fontenay bulan lalu.
Sementara itu, klub pendatang baru Paris FC menyingkirkan Raon-l’Etape dengan skor meyakinkan 3-0.
Sejak menit awal hingga akhir, PSG tampil dominan pada laga pembuka Coupe de France mereka, sepenuhnya mengendalikan pertandingan selama 90 menit.
Pasukan Luis Enrique datang ke laga ini dengan catatan enam pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi, usai meraih gelar Trophée des Champions lewat kemenangan atas Marseille pada Kamis lalu.
Sebagai pemegang rekor 16 gelar Coupe de France, PSG telah memenangkan 13 pertandingan terakhir mereka di ajang ini dan tidak pernah kalah di kandang sendiri sejak tersingkir lewat adu penalti dari Nice pada babak 16 besar tahun 2022.
Sejak kekalahan 1-2 dari Bayern Munchen di Liga Champions pada awal November, PSG juga mencatat empat kemenangan beruntun di Parc des Princes pada laga kompetitif, dengan selalu mencetak lebih dari satu gol di setiap pertandingan tersebut.
Terakhir kali PSG tersingkir di babak 32 besar Coupe de France terjadi hampir 12 tahun lalu, saat mereka secara mengejutkan dikalahkan Montpellier 2-1 di Parc des Princes pada 2014.
Laga Senin ini menjadi pertemuan perdana PSG dan Paris FC di Coupe de France, setelah sebelumnya PSG memenangkan duel Ligue 1 antara kedua tim awal bulan ini dengan skor 2-1.
Paris FC yang sempat menjanjikan di awal musim kini hanya bertahan tipis di papan atas.
Mereka berada empat poin di atas zona degradasi, setelah gagal meraih kemenangan dalam enam laga liga beruntun, termasuk menelan kekalahan pada dua pertandingan terakhir.
Satu-satunya kemenangan Paris FC dalam tujuh laga terakhir justru hadir di ajang Coupe de France, meski kemenangan tersebut sempat berjalan alot.
Mereka hanya unggul satu gol atas tim divisi kelima Raon-l’Etape hingga menjelang akhir babak kedua.
Pasukan Stephane Gilli berisiko menelan dua kekalahan tandang beruntun untuk pertama kalinya sejak Agustus 2025.