KLIK SAJA - Juventus akan berupaya memberikan respons cepat setelah dua poin lepas dari genggaman pada akhir pekan lalu, saat mereka bertandang ke markas Sassuolo yang berada di papan tengah klasemen Serie A pada Selasa waktu setempat.
Awal tahun 2026 terasa kurang memuaskan bagi kedua tim, setelah sama-sama ditahan imbang 1-1 oleh tim yang tengah berjuang keluar dari papan bawah pada laga terakhir mereka.
Berambisi mengawali tahun baru dengan performa sebaik penutup tahun sebelumnya, Juventus yang tengah bangkit membidik kemenangan kelima beruntun saat menjamu Lecce di Turin pada Sabtu malam.
Namun, target tersebut gagal terwujud. Setelah mencatat tiga kemenangan liga beruntun—ditambah satu kemenangan di kompetisi Eropa—pelatih Luciano Spalletti bahkan sempat membuka peluang membicarakan perburuan Scudetto, sementara Lecce datang hanya dengan misi bertahan di Serie A.
Meski demikian, Juventus justru kebobolan gol di luar dugaan pada masa tambahan babak pertama. Weston McKennie kemudian menyamakan kedudukan lewat gol Serie A pertamanya musim ini sesaat setelah jeda.
Peluang demi peluang tercipta setelah itu, termasuk sundulan awal Jonathan David yang membentur mistar, penalti lemah David yang dengan mudah diamankan kiper Lecce Wladimiro Falcone, serta peluang Kenan Yildiz yang membentur tiang dan tembakan Lois Openda yang melambung.
Baca Juga: Prediksi West Ham United Vs Nottingham Forest, Partai Pertaruhan Karir Nuno Espirito Santo
Walau Spalletti—yang kontrak awalnya berakhir pada penghujung musim ini—telah memimpin kebangkitan Juventus dengan tujuh kemenangan dari delapan laga terakhir sepanjang akhir 2025, pembicaraan soal gelar juara kini tampak terlalu dini.
Pada Selasa nanti, Juventus akan berusaha menghindari kehilangan poin lebih jauh dalam persaingan menuju empat besar, mengingat banyak klub masih memburu tiket Liga Champions.
Namun, catatan pertemuan menunjukkan bahwa laga ini tidak akan mudah. Sassuolo justru memenangkan dua pertemuan terakhir melawan Juventus di Reggio Emilia.
Bahkan sebelum sempat terdegradasi ke Serie B selama satu musim, mereka pernah menaklukkan Juventus 1-0 dan 4-2 dalam rentang enam bulan, dengan Domenico Berardi, Andrea Pinamonti, dan Armand Laurienté turut mencatatkan nama di papan skor.
Setelah langsung promosi kembali sebagai juara Serie B, Sassuolo tampil impresif dalam musim comeback mereka dan bahkan sempat dipandang sebagai kuda hitam untuk zona Eropa.
Namun, laju positif tersebut belakangan tersendat akibat dua hasil imbang 1-1 secara beruntun melawan rival sesama Emilia.
Setelah meraih satu poin berharga di Bologna, tim asuhan Fabio Grosso kembali gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Parma akhir pekan lalu.