KLIK SAJA - Kemenangan pada Jumat akan membuat tuan rumah Maroko tetap memimpin Grup A saat mereka menghadapi Mali pada laga kedua Piala Afrika 2025 di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Jumat.
Singa Atlas mengawali turnamen dengan kemenangan 2–0 atas Komoro pada Minggu, yang menempatkan mereka unggul dua poin di puncak klasemen Grup A.
Sementara itu, Eagles harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1–1 melawan Zambia pada laga pembuka.
Maroko kesulitan memberikan dampak pada babak pertama laga pembuka mereka, gagal memaksimalkan tujuh peluang yang dimiliki, termasuk penalti pada menit ke-11 yang gagal dieksekusi oleh penyerang tengah Soufiane Rahimi.
Namun, penampilan yang lebih klinis setelah jeda akhirnya menentukan hasil pertandingan, ketika Brahim Diaz memecah kebuntuan pada menit ke-55, sebelum pemain pengganti Ayoub El Kaabi memastikan kemenangan lewat tendangan salto yang berpeluang menjadi gol terbaik turnamen.
Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Maroko menjadi 18 pertandingan, dengan 15 di antaranya berakhir kemenangan dalam waktu normal.
Tiga pertandingan lainnya termasuk kemenangan adu penalti atas Senegal di final Kejuaraan Nasional Afrika serta kemenangan melalui perpanjangan waktu atas Yordania dalam perjalanan mereka menjuarai Piala Arab.
Dianggap sebagai favorit utama untuk menjuarai Piala Afrika, laga Jumat ini menjadi langkah lanjutan menuju gelar kontinental yang telah lama dinantikan oleh negara Afrika dengan peringkat tertinggi di Ranking FIFA tersebut, yang satu-satunya gelar Piala Afrika mereka diraih pada 1976.
Kemenangan atas Mali hampir dipastikan akan mengamankan posisi puncak Grup A, sekaligus menambah catatan Maroko yang mampu memenangkan dua laga pembuka pada dua dari tiga edisi terakhir turnamen ini.
Baca Juga: Prediksi Zambia Vs Komoro, Peluang Kedua Tim Jaga Asa di Piala Afrika 2025
Seperti tuan rumah, kampanye Mali juga diawali dengan kegagalan penalti pada babak pertama laga pembuka melawan Zambia.
Mereka sempat unggul setelah jeda melalui Lassine Sinayoko, yang mencetak gol dari jarak dekat, tetapi kegagalan memperbesar keunggulan akhirnya berakibat fatal.
Gol penyama kedudukan pada masa tambahan waktu dari penyerang Leicester City Patson Daka memaksa tim asuhan Tom Saintfiet berbagi poin, sehingga Mali kini mencatatkan dua hasil imbang beruntun setelah sebelumnya bermain imbang tanpa gol dalam laga persahabatan melawan Yordania.
Meski demikian, Mali masih bisa mengambil sisi positif dengan catatan tak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir (dua kemenangan dan dua hasil imbang), serta hanya kalah sekali dalam enam laga terakhir mereka di Piala Afrika (dua kemenangan dan tiga hasil imbang).