KLIK SAJA - Nigeria, yang menjadi runner-up pada edisi terakhir, akan memulai kampanye Piala Afrika (AFCON) mereka dengan menghadapi Tanzania pada Selasa waktu setempat di Stadion Fez.
The Super Eagles, yang kalah 1–2 dari tuan rumah Pantai Gading pada final turnamen sebelumnya, bertekad melangkah satu tingkat lebih jauh kali ini.
Mereka juga ingin menebus kekecewaan akibat kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Perubahan regulasi CAF dalam penentuan peringkat runner-up terbaik pada kualifikasi Piala Dunia, kebangkitan di fase akhir untuk mengamankan posisi kedua Grup C, serta kemenangan meyakinkan lewat perpanjangan waktu atas Gabon di semifinal playoff sempat menjaga asa Nigeria tetap hidup.
Namun, mimpi tampil di panggung dunia akhirnya sirna setelah mereka kalah adu penalti dari RD Kongo di partai final.
Kekalahan tersebut menorehkan catatan pahit dalam sejarah Nigeria, memastikan juara Afrika tiga kali itu absen dari Piala Dunia untuk dua edisi beruntun—situasi yang belum pernah mereka alami sejak debut pada 1994.
Karena itu, penebusan menjadi kebutuhan mendesak bagi raksasa Afrika ini.
Sayangnya, mereka kembali tersandung setelah kalah 1–2 dari Mesir dalam laga uji coba pada Selasa lalu, yang sekaligus mengakhiri rangkaian hasil positif dalam tujuh pertandingan sebelumnya—termasuk lima kemenangan jika kemenangan atas Gabon di waktu tambahan turut dihitung.
Meski momentum tidak sepenuhnya ideal, sulit membayangkan hasil lain selain kemenangan bagi tim peringkat ke-38 dunia FIFA saat menghadapi lawan yang berada 74 tingkat di bawah mereka dalam ranking terkini.
Namun demikian, kehati-hatian tetap diperlukan. Pengalaman di AFCON terakhir menjadi pengingat, ketika Nigeria gagal meraih poin penuh pada laga pembuka usai bermain imbang 1–1 melawan Guinea Khatulistiwa, sebelum akhirnya menjuarai grup dan melaju hingga final.
Kekalahan dari Pantai Gading di partai puncak tersebut membuat Super Eagles masih menanti gelar Afrika pertama sejak 2013.
Dengan sederet pemain berbasis Eropa seperti mantan Pemain Terbaik CAF Ademola Lookman dan Victor Osimhen, serta Alex Iwobi dan Calvin Bassey, apa pun selain awal positif bagi tim asuhan Eric Chelle akan dianggap berada di bawah ekspektasi.
Sebaliknya, Tanzania datang dengan tekanan yang jauh lebih ringan.
Fokus mereka kemungkinan lebih tertuju pada AFCON 2027, yang akan mereka selenggarakan bersama Uganda dan Kenya.