Tak ingin mengulangi kegagalan tersebut, tim asuhan Stefano Cusin tampil impresif di kualifikasi kali ini dengan menyelesaikan fase grup tanpa kekalahan, meraih tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Hasil terbaik mereka adalah kemenangan atas Tunisia di Tunis, sebelum menahan negara Afrika Utara itu dengan skor 1-1 pada laga kandang. Rangkaian hasil tersebut bahkan berujung pada pemecatan pelatih Tunisia, Faouzi Benzarti.
Meski jarang mencatatkan clean sheet, kekuatan kolektif dan perkembangan Komoro dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa ancaman serangan balik mereka tidak boleh diremehkan.
Walau berada di peringkat ke-108 dunia, Komoro baru-baru ini membuktikan diri sebagai salah satu tim paling berbahaya di Afrika dengan meraih lima kemenangan di kualifikasi Piala Dunia, termasuk kembali menaklukkan Ghana.
Tak lagi dipandang sebelah mata, capaian tersebut menjadi bukti kebangkitan mereka, dan Komoro akan percaya diri untuk merepotkan Maroko pada Minggu, dengan harapan mengulang hasil imbang 2-2 pada kualifikasi AFCON 2019.
Kondisi Tim dan Prediksi
Achraf Hakimi diperkirakan absen karena masih dalam tahap pemulihan dari cedera pergelangan kaki yang nyaris mengakhiri mimpinya tampil di AFCON 2025.
Sofyan Amrabat juga diragukan tampil akibat cedera kaki, sementara Hamza Igmane kemungkinan absen karena masalah hamstring.
Brahim Diaz memang menjadi pencetak gol terbanyak Maroko di babak kualifikasi, namun pemain Real Madrid itu datang ke putaran final tanpa momentum karena minimnya waktu bermain di level klub.
Tidak ada pemain Maroko dalam skuad yang mencetak lebih banyak gol daripada Youssef En-Nesyri (25 gol), dan penyerang Fenerbahce tersebut diharapkan menjadi penentu pada laga ini.
Sementara itu, Komoro tidak dilaporkan memiliki pemain cedera, sehingga Cusin dapat memilih skuad terbaiknya.
Meski distribusi gol cukup merata di kualifikasi, Youssouf M’Changama dan Rafiki Said masing-masing mencetak dua gol, dengan Said menjadi pahlawan saat menumbangkan Tunisia 1-0 di Tunis.
Masih belum pasti apakah penyerang veteran berusia 36 tahun, El Fardou Ben Nabouhane, akan memimpin lini depan, atau apakah Faiz Selemani yang lebih muda akan dipercaya sebagai alternatif.
Komoro jelas menghadirkan tantangan tersendiri dan mungkin melihat peluang menghadapi Maroko yang kemungkinan tampil tanpa Hakimi.
Namun, meski absennya bintang Paris Saint-Germain tersebut terasa signifikan, Atlas Lions tetap memiliki kekuatan ofensif yang lebih dari cukup untuk mengamankan kemenangan.