KLIK SAJA - Liverpool yang kembali bangkit akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur yang tengah menurun performanya dalam laga utama Premier League pada Sabtu malam waktu setempat di Tottenham Hotspur Stadium.
Sang juara bertahan berusaha memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi enam pertandingan di semua kompetisi, sementara Lilywhites terancam mencatat kekalahan kandang terburuk dalam sejarah mereka pada laga terakhir sebelum Natal.
Ketika Tottenham tampak mulai menemukan bentuk permainan di bawah asuhan Thomas Frank—yang sebelumnya memimpin hasil imbang dramatis melawan Newcastle United serta kemenangan kandang meyakinkan atas Brentford dan Slavia Prague—bencana justru terjadi di City Ground.
Duet Nottingham Forest, Ibrahim Sangare dan Callum Hudson-Odoi, mempermainkan hampir seluruh tim Spurs dengan mencatatkan total tiga gol dan tiga assist dalam kemenangan telak 3-0 atas juara Liga Europa tersebut.
Kekalahan itu membuat Spurs kini menelan tiga kekalahan dari lima laga terakhir Premier League.
Dengan tuan rumah terpuruk di paruh bawah klasemen—terpaut enam poin dari Chelsea di posisi keempat, batas terakhir zona Liga Champions—spekulasi mengenai masa depan Frank pun semakin menguat.
Meski demikian, ia diyakini masih mendapatkan dukungan dari jajaran direksi untuk sementara waktu.
Namun, terdapat kekhawatiran internal terkait pelatih asal Denmark tersebut, yang berpotensi mencatatkan rekor kelam bersama Spurs akhir pekan ini.
Jika kalah, Tottenham akan menderita 11 kekalahan kandang Premier League sepanjang tahun 2025—jumlah terbanyak mereka dalam satu tahun kalender.
Dalam beberapa pekan terakhir, Lilywhites sempat memperkuat kembali benteng kandang mereka dengan meraih tiga kemenangan dan hanya satu kekalahan dari lima laga terakhir di Tottenham Hotspur Stadium.
Namun, hal itu tentu tidak banyak menghibur para pendukung setelah penampilan buruk pekan lalu.
Jika penampilan Spurs akhir pekan lalu layak disebut mimpi buruk, maka kejadian di luar lapangan Liverpool dalam dua pekan terakhir juga tak kalah kacau.
Namun, semua itu seakan terlupakan saat melawan Brighton & Hove Albion, ketika Mohamed Salah yang kembali dimainkan menorehkan sejarah baru.