KLIK SAJA - Dengan tujuan mengakhiri lima laga tanpa kemenangan melawan tim-tim Belanda di kompetisi Eropa, Qarabag FK akan menjamu Ajax di Stadion Republik Tofiq Bahramov pada laga matchday enam Liga Champions, Rabu waktu setempat.
Satu-satunya kekalahan Qarabag dalam sembilan pertandingan terakhir mereka terjadi saat menghadapi Napoli pada akhir November.
Kini, mereka berusaha menghindari dua kekalahan beruntun di Eropa, menghadapi lawan yang justru mulai bangkit dengan dua kemenangan beruntun setelah periode buruk sebelumnya.
Dalam penampilan kedua mereka sepanjang sejarah di fase utama Liga Champions, Qarabag berpeluang menutup fase liga di posisi yang memungkinkan mereka melaju ke babak 16 besar.
Setelah lima matchday, tim asuhan Gurban Gurbanov itu berada di posisi 19 dari 36 tim dengan tujuh poin—sama seperti raksasa Eropa Barcelona di posisi 18—dan hanya tertinggal tiga poin dari delapan besar yang menjadi batas otomatis lolos ke babak 16 besar.
Pencapaian tersebut jelas di luar ekspektasi banyak pihak di awal fase liga, namun Qarabag masih berada dalam jalur untuk mencetak sejarah.
Harapan itu semakin besar berkat catatan 10 pertandingan tanpa kekalahan dalam laga kandang di Baku, termasuk dua pertandingan di Liga Champions.
Mereka mengalahkan Copenhagen 2-0 pada awal Oktober dan menahan Chelsea 2-2 sebulan kemudian—hasil yang tidak banyak diprediksi, mengingat Chelsea sangat difavoritkan.
Saat ini, Qarabag berada di jalur untuk masuk playoff babak gugur sebagai tim non-unggulan. Namun kemenangan penuh di Baku pekan ini bisa mendongkrak mereka ke posisi 9–16, yang akan menempatkan mereka sebagai tim unggulan di babak playoff—sesuatu yang tampak mustahil beberapa bulan lalu.
Tuan rumah tentu percaya diri meraih hasil positif lagi di kandang, meski lawan mereka adalah Ajax, yang mengalahkan mereka 3-0 musim lalu di Liga Europa.
Namun banyak hal telah berubah di kedua klub, terutama di Amsterdam.
Setelah Francesco Farioli hengkang, masa jabatan Johnny Heitinga pun tidak berlangsung lama.
Ia dipecat usai kekalahan 3-0 dari Galatasaray pada matchday lima, dan pelatih interim Fred Grim justru memulai masa jabatannya dengan tiga kekalahan beruntun, termasuk kekalahan 2-0 dari Benfica di Liga Champions.
Meski begitu, dua kemenangan Eredivisie melawan Groningen (2-0) dan Fortuna Sittard (3-1) membuat kondisi Ajax sedikit membaik, meski performa tersebut dinilai tidak meyakinkan.