KLIK SAJA - Dengan asumsi Belgia mampu terhindar dari hasil yang bisa menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah mereka, Red Devils diprediksi akan memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 pada Selasa malam waktu setempat, ketika mereka menjamu Liechtenstein di Liege.
Skuad asuhan Rudi Garcia memimpin puncak klasemen Grup J dengan keunggulan dua poin, sementara tim tamu yang berada di papan bawah berisiko menutup kualifikasi dengan catatan kekalahan 100%.
Belgia mungkin menempuh jalan berliku menuju Amerika Utara, tetapi kini mereka tinggal selangkah lagi meraih tiket otomatis ke pesta sepak bola dunia tahun depan, berkat penyelamat dari salah satu pemain senior mereka di babak kedua, Sabtu malam lalu.
Tim asuhan Garcia sempat berada di ambang kekalahan mengejutkan di Kazakhstan ketika Dastan Satpaev membuka skor pada menit kesembilan, namun Hans Vanaken menyamakan kedudukan tak lama setelah jeda, menjaga rekor tak terkalahkan Belgia di grup.
Dengan empat kemenangan dan tiga hasil imbang dari tujuh laga Grup J, Belgia unggul dua poin atas Wales dan Makedonia Utara — yang saling berhadapan pada Selasa waktu setempat— serta memiliki selisih gol lebih baik dari kedua rival terdekatnya.
Karena itu, hasil imbang hampir dipastikan cukup bagi Belgia untuk lolos tanpa melalui playoff.
Namun apa pun selain kemenangan telak melawan Liechtenstein — yang selalu kalah — akan dianggap sebagai kegagalan besar.
Hasil kandang terbaru Belgia memang kurang memuaskan, yakni imbang tanpa gol melawan Makedonia Utara pada 10 Oktober.
Namun sebelumnya, mereka berhasil mencetak total 13 gol dalam tiga laga kualifikasi Piala Dunia di kandang, statistik yang pastinya menghantui tim tamu yang tak diunggulkan ini.
Diprediksi finis di dasar klasemen sejak undian dilakukan, Liechtenstein — negara terkecil keempat di Eropa dengan populasi sedikit di atas 40.000 jiwa — sudah dipastikan tersingkir sejak lama.
Berada di peringkat 206 dunia versi FIFA — peringkat kedua terbawah di Eropa, hanya di atas San Marino — Liechtenstein mencatat tujuh kekalahan, tanpa mencetak gol dan kebobolan 24 kali dari tujuh laga Grup J. Kekalahan terbaru mereka terjadi saat melawan Wales pada Sabtu malam.
Kredit patut diberikan karena mereka mampu bertahan selama satu jam sebelum Jordan James mencetak satu-satunya gol pertandingan.
Rekor pertahanan mereka pun masih lebih baik dibanding San Marino dan Moldova, meski hal itu tidak terlalu membantu.
Namun, tim asuhan Konrad Funfstuck menjadi satu-satunya negara UEFA yang belum mencetak gol di Kualifikasi Piala Dunia.