KLIK SAJA - Dua tim besar yang sama-sama kesulitan memenuhi ekspektasi musim ini akan saling berhadapan dalam laga Serie A pada Minggu malam waktu setempat, saat Juventus bertandang ke markas Lazio di Stadio Olimpico.
Tuan rumah masih tertahan di papan bawah klasemen, sementara Juve datang ke ibu kota Italia dengan modal dua kekalahan beruntun yang semakin memperparah krisis mereka.
Sudah berada di bawah tekanan besar akibat performa domestik yang menurun, Juventus dihadapkan pada salah satu ujian terberat Liga Champions mereka pada Rabu lalu.
Setelah lima hasil imbang dan satu kekalahan dalam enam pertandingan sebelumnya, juara Eropa dua kali itu kembali tumbang—kali ini dari Real Madrid di Santiago Bernabéu—meski tampil cukup solid.
Penyerang yang sedang tumpul, Dusan Vlahovic dan Lois Openda, sama-sama gagal memanfaatkan peluang emas sebelum Jude Bellingham mencetak gol penentu kemenangan Madrid dari jarak dekat.
Hasil itu membuat Juve hanya mengantongi dua poin dari tiga laga fase liga sejauh ini.
Beberapa hari sebelumnya, Bianconeri juga kalah 0-2 dari Como, dan kini sudah tiga pertandingan tanpa mencetak gol—lebih dari 300 menit berlalu sejak Francisco Conceicao terakhir kali membobol gawang Villarreal.
Kekalahan di Stadio Sinigaglia itu sekaligus mengakhiri rekor 11 pertandingan tak terkalahkan Juve di Serie A, meski banyak di antaranya berakhir imbang.
Baca Juga: Prediksi Sassuolo Vs AS Roma, Saatnya Giallorossi Bangkit Kembali Kala Kontra Neroverdi
Kini, mereka menghadapi laga yang wajib dimenangkan melawan tim yang juga sedang berjuang keluar dari masa sulit—di bawah asuhan Igor Tudor, yang kembali membawa timnya ke Roma.
Meski begitu, sejarah sedikit berpihak pada Juventus: mereka hanya gagal mencetak gol sekali dalam 29 laga tandang terakhir melawan Lazio.
Statistik ini memberi harapan bahwa kebuntuan mereka mungkin akan berakhir akhir pekan ini.
Menariknya, Tudor pernah melatih Lazio dari Maret hingga Juni 2024 menggantikan Maurizio Sarri, yang kini justru kembali ke kursi pelatih Biancocelesti dan akan menghadapi mantan timnya akhir pekan ini.
Sarri meninggalkan jejak bersejarah di Turin setelah mempersembahkan Scudetto ke-9 beruntun bagi Juventus—namun kesuksesan itu kini terasa seperti kenangan lama yang jauh.