Erick menjelaskan, PSSI dan tim pelatih memiliki pandangan serupa tentang sulitnya mencapai target besar menuju Piala Dunia.
Oleh karena itu, pemutusan kerja sama dipandang sebagai langkah realistis yang tetap menjunjung profesionalisme kedua pihak.
“Kami juga menyadari itu bagian dari target yang bisa kita dorong bersama-sama. Jadi, ini kesepakatan bersama,” jelas Erick.
Akhir dari “Tim Kepelatihan Terbaik”
Patrick Kluivert dan stafnya resmi berpisah dengan PSSI pada Kamis 16 Oktober 2025 melalui mekanisme mutual termination.
Dengan demikian, mereka tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U-23, maupun U-20.
Padahal, ketika pertama kali datang ke Jakarta, tim pelatih Kluivert sempat digadang sebagai tim kepelatihan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Hal itu bermuara dari unggahan anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga yang pernah menyampaikan hal itu lewat akun Instagram pribadinya, @arya.m.sinulingga pada 2 Februari 2025 lalu.
“Ini adalah tim kepelatihan terbaik yang pernah kita miliki. Semoga prestasi dari semua sisi juga menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia,” tulis Arya.
Meski begitu, kini harapan tersebut belum terwujud. Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah tidak memperoleh satu pun poin di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berkaca dari hal itu, kini pengamat sepak bola di Tanah Air, Bung Binder membeberkan hasil tersebut menjadi salah satu faktor berakhirnya masa kepelatihan Kluivert bersama Garuda.
Kritik dari Pengamat: Main Acak-acakan
Dalam siniar YouTube pribadinya, Bola Bung Binder, pada Sabtu, 25 Oktober 2025, Bung Binder menyoroti keputusan PSSI tersebut dan membandingkan performa tim di bawah Kluivert dengan era Shin Tae-yong (STY).