Romeny juga lebih unggul dalam hal mencari peluang. Kemampuannya membaca permainan dan memberikan umpan-umpan terobosan sangat membantu dalam membongkar pertahanan lawan.
Sementara Sananta lebih fokus pada penyelesaian akhir, meski ia juga mampu menciptakan peluang untuk dirinya sendiri.
Teamwork dengan Marselino Ferdinand
Salah satu aspek penting dalam Timnas adalah chemistry antar pemain. Romeny terlihat lebih padu dengan Marselino Ferdinand, pemain muda berbakat yang sering menjadi motor serangan Timnas, mengingat keduanya sama-sama dari Oxford United.
Kombinasi antara skill Romeny dan kreativitas Marselino bisa menjadi senjata ampuh untuk Timnas.
Sananta, meski bisa bekerja sama dengan baik, masih perlu menyesuaikan ritme permainan dengan Marselino.
Kedua penyerang ini memiliki keunggulan masing-masing.
Jika Timnas membutuhkan pencetak gol murni, Sananta adalah pilihan yang tepat.
Namun, jika Timnas memerlukan penyerang yang bisa menciptakan peluang dan berkolaborasi dengan pemain seperti Marselino Ferdinand, Romeny bisa menjadi pilihan yang lebih strategis.
Keputusan akhir tentu berada di tangan pelatih, namun yang pasti, baik Sananta maupun Romeny siap memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia.***