olahraga

Pilu Coach STY Pasca Dipecat PSSI Dibongkar Mantan Asisten Pelatih Garuda Kim Jong-jin_ Seperti Diminta Pergi Secepat Mungkin

Kamis, 23 Januari 2025 | 15:54 WIB
Pilu Coach STY Pasca Dipecat PSSI Dibongkar Mantan Asisten Pelatih Garuda Kim Jong-jin_ Seperti Diminta Pergi Secepat Mungkin (Potret mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY). (Instagram.com/@shintaeyong7777))

Mantan asisten pelatih Garuda tersebut juga menyatakan bahwa STY belum menandatangani dokumen pemecatan yang diberikan oleh PSSI.

Kim mengulangi pernyataan Sumardji saat menyerahkan dokumen pemecatan kepada mantan pelatih Timnas Indonesia.

“Ini adalah dokumennya, mohon untuk ditandatangani. Terima kasih atas dedikasi Anda, dan terima kasih atas semua yang telah Anda lakukan,” jelasnya.

Setelah Sumardji meminta STY untuk menandatangani dokumen pemecatan, STY memilih untuk menunda tindakan tersebut karena merasa ada alasan yang tidak dijelaskan secara rinci.

Baca Juga: Dilema Jeje: Eks Penerjemah STY di Skuad Garuda Itu Kini Tinggalkan Indonesia hingga Soroti Kendala Komunikasi yang Ingar di Medsos!

"Di suratnya tertulis, 'Beberapa masalah yang kami pantau inilah keputusan kami (PSSI)'. Alasannya tidak detail," terangnya.

Kim kemudian menegaskan menurut pengetahuannya hingga saat ini STY belum menandatangani surat pemecatan dari PSSI.

"Tapi dari yang saya tahu, dia belum menandatangani suratnya sampai sekarang. Itu yang saya tahu dan saya sangat yakin dengan kebenarannya," tegasnya.

Cerita Pilu STY Pasca Dipecat PSSI

Dalam kesempatan yang sama, Kim menuturkan momen saat para staf kepelatihan berkumpul usai STY menerima surat pemecatan dari PSSI.

Baca Juga: Thom Haye Ngaku Pernah Dilatih Patrick Kluivert di AZ Alkmaar hingga Ungkap Gaya Kepelatihan sang Pelatih Baru Garuda

Kim mengaku pihaknya merasa sedih seperti ada pihak yang ingin sang juru taktik asal Korsel itu meninggalkan Indonesia secepat mungkin.

"Itu terasa seperti sesuatu atau pihak yang ingin STY meninggalkan Indonesia," tuturnya.

Kim juga menggambarkan pilu yang dirasakan STY bersama stafnya seperti diminta untuk meninggalkan Indonesia secepat mungkin.

"Rasanya itu sesuatu yang membuat kita merasa seperti diminta untuk meninggalkan Indonesia secepat mungkin," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini