Mantan asisten pelatih Garuda tersebut juga menyatakan bahwa STY belum menandatangani dokumen pemecatan yang diberikan oleh PSSI.
Kim mengulangi pernyataan Sumardji saat menyerahkan dokumen pemecatan kepada mantan pelatih Timnas Indonesia.
“Ini adalah dokumennya, mohon untuk ditandatangani. Terima kasih atas dedikasi Anda, dan terima kasih atas semua yang telah Anda lakukan,” jelasnya.
Setelah Sumardji meminta STY untuk menandatangani dokumen pemecatan, STY memilih untuk menunda tindakan tersebut karena merasa ada alasan yang tidak dijelaskan secara rinci.
"Di suratnya tertulis, 'Beberapa masalah yang kami pantau inilah keputusan kami (PSSI)'. Alasannya tidak detail," terangnya.
Kim kemudian menegaskan menurut pengetahuannya hingga saat ini STY belum menandatangani surat pemecatan dari PSSI.
"Tapi dari yang saya tahu, dia belum menandatangani suratnya sampai sekarang. Itu yang saya tahu dan saya sangat yakin dengan kebenarannya," tegasnya.
Cerita Pilu STY Pasca Dipecat PSSI
Dalam kesempatan yang sama, Kim menuturkan momen saat para staf kepelatihan berkumpul usai STY menerima surat pemecatan dari PSSI.
Kim mengaku pihaknya merasa sedih seperti ada pihak yang ingin sang juru taktik asal Korsel itu meninggalkan Indonesia secepat mungkin.
"Itu terasa seperti sesuatu atau pihak yang ingin STY meninggalkan Indonesia," tuturnya.
Kim juga menggambarkan pilu yang dirasakan STY bersama stafnya seperti diminta untuk meninggalkan Indonesia secepat mungkin.
"Rasanya itu sesuatu yang membuat kita merasa seperti diminta untuk meninggalkan Indonesia secepat mungkin," pungkasnya.