Dalam postingan di akun Instagram pribadinya, asisten Kluivert tersebut memperlihatkan tiga buku pelajaran dasar Bahasa Indonesia yang berjudul dalam bahasa Belanda.
Ketiga buku tersebut memiliki judul ‘Bahasa Indonesia untuk Pemula’, ‘Ucapan Bahasa Indonesia’, dan ‘Kata Dasar Bahasa Indonesia’ jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Selain itu, Pastoor juga menunjukkan antusiasmenya dalam mempelajari buku-buku tersebut dengan menyatakan bahwa akan ada tantangan besar yang harus dihadapi di Indonesia.
"Mempersiapkan diri menghadapi tantangan luar biasa di Indonesia," begitu kata Pastoor melalui akun @alex.pastoor, pada Minggu, 19 Januari 2025.
Baca Juga: Putra Kandung Patrick Kluivert, Justin Cetak Hattrick Saat Bournemouth Kalahkan Newcastle United
Asisten Kluivert itu tampaknya berkeinginan besar mempelajari bahasa Indonesia demi bisa cepat beradaptasi dengan para pemain dan sepak bola Indonesia.
Memberi Kesempatan Main ke Pemain Muda
Dalam kesempatan lain, gelandang utama Timnas Indonesia, Thom Haye, menyatakan bahwa Pastoor adalah sosok yang memberinya peluang untuk bermain saat ia membela klub Belanda, AZ Alkmaar pada musim 2014-2015.
Pada waktu itu, kesempatan yang diberikan oleh Pastoor kepada Haye juga menjadi momen debutnya di tim utama AZ Alkmaar.
Pastoor berperan sebagai asisten pelatih Marco Van Basten yang sedang menjalani masa istirahat.
“Jadi ketika saya berusia 19 tahun, saya melakukan debut di sepak bola profesional,” kata Haye dalam podcast YouTube pribadinya, The Haye Way, yang ditayangkan pada Sabtu, 18 Januari 2025.
"Saya masuk di babak kedua sebagai pemain pengganti, dan Pastoor pada momen ini mengambil alih untuk mengizinkan saya melakukan debut sebagai starter," tambahnya.
Pastoor yang suka memberi kesempatan bermain kepada para pemain muda itu memberi kesan tersendiri bagi Haye sampai saat ini.
"Tentu saya tidak melupakan momen ini, saya tidak pernah lupa bagaimana Pastoor meminta saya sebagai starter untuk pertama kalinya," tandas Haye.