“Di antara faktor yang ada adalah ketidakcocokan internal, yaitu ketidakmampuan untuk mengendalikan ruang ganti,” ujarnya.
Pengamat sepak bola Indonesia ini memberikan contoh dari beberapa pelatih luar negeri yang mengalami masalah serupa terkait penguasaan ruang ganti dalam tim mereka.
“Misalnya, Erik Ten Hag (mantan Pelatih Manchester United) tidak dapat mengendalikan ruang ganti, Graham Potter yang sukses di Brighton tetapi gagal di Chelsea dalam hal ini, dan Arne Slot yang berhasil menguasai ruang ganti,” tambah Coach Justin.
Komentator sepak bola itu berharap jika benar Kluivert akan melatih Timnas Indonesia, maka sang juru taktik harus mampu menguasai ruang ganti.
Menurut Coach Justin, penguasaan ruang ganti dapat membuat para punggawa Garuda berusaha keras untuk mendapatkan hasil positif di Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026.
"Jadi yang saya harapkan Patrick Kluivert bisa pegang ruang ganti, jika itu bisa terjadi, mereka akan berujang keras dan lakukan segalanya agar bisa lolos Piala Dunia," tuturnya.
Salut Keberanian Erick Thohir Ambil Risiko
Dalam kesempatan yang sama, Coach Justin mengaku takjub dengan keberanian PSSI mengakhiri kerja sama dengan STY demi mendatangkan pelatih baru.
Baca Juga: Prediksi Glasgow Celtic vs Dundee United, Kesempatan The Bhoys Menjauh dari Pesaingnya
Terkhusus, pengamat sepak bola itu menyatakan salut atas keputusan besar yang diambil Erick Thohir selaku Ketum PSSI dalam mengambil kebijakan yang berani.
Di sisi lain, Coach Justin menilai keputusan itu jarang terjadi dilakukan oleh para pemimpin federasi di dunia sepak bola.
"Kalian pernah berpikir tidak, dia (Erick) punya dua pilihan kalau mau main aman dia tunggu sampai maret agar tidak dihujat," terang Coach Justin.
"Tapi dia pilih jalan yang tidak aman demi Timnas Indonesia agar bisa lolos langsung Piala Dunia," tambahnya.
Coach Justin pun mengajak penggemar Timnas Indonesia untuk mendukung segala keputusan PSSI demi kepentingan bersama.