Berpengalaman Sebagai Pemain
Berdasarkan informasi dari Transfermarkt, kedua pelatih tersebut pernah berkarier sebagai pemain sepak bola terkenal di era mereka.
Kluivert, yang berposisi sebagai striker, meraih banyak gelar bersama Ajax Amsterdam, Barcelona, dan PSV Eindhoven.
Selain ketiga klub tersebut, Kluivert juga pernah bermain untuk AC Milan, Newcastle United, Valencia, dan Lille.
Baca Juga: Nottingham Forest Kalahkan Tuan Rumah Wolves 3-0 dengan Gagah, Chris Wood Tidak Mau Pikirkan Trofi
Di sisi lain, STY berperan sebagai gelandang serang dan merupakan salah satu pemain kunci yang membantu Ilhwa Chunma meraih tiga gelar K-League secara berturut-turut.
Pria asal Korsel itu juga pernah terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) K-League, dan juga memenangkan Asian Club Championship.
Karier Kepelatihan di Klub
Kluivert memulai karier kepelatihannya sebagai asisten pelatih di AZ Alkmaar pada tahun 2008.
Baca Juga: Arda Guler Brace, Real Madrid Gasak Deportiva Minera 5-0 dan Lolos 16 Besar Copa del Rey!
Pelatih asal Belanda itu juga mencoba peruntungan dengan melatih Brisbane Roar di Liga Australia pada Januari 2010.
Tidak berselang lama, Kluivert kembali ke Belanda untuk menjadi asisten pelatih NEC Nijmegen pada Agustus 2010.
Pencapaian trofi pertamanya justru kala menangani Twente U-21 dengan menjuarai Beloften Eredivisie 2011-2012.
Berbeda dengan Kluivert, STY memulai karier kepelatihan sebagai asisten pelatih di klub asal Korsel, Queensland Roar pada 2008.
STY sempat diangkat sebagai pelatih sementara Seongnam Ilhwa Chunma pada 2009, dan berhasil membawa tim itu menjadi juara kedua K-League dan Piala FA Korsel.