Alexander Isak akhirnya bisa menuntaskan peluang berikutnya di menit 38'. Sandro Tonali membagi bola ke kanan pada Jacob Murphy. Sempat berusaha mengecoh Djed Spence, Murphy kirimkan cutback yang cukup disentuh dengan mudah oleh Isak untuk menaklukkan Austin.
Ini adalah gol ke-13 nya di Premier League musim ini, sekaligus merupakan rentetan gol dalam tujuh partai liga secara beruntun! Ia masih harus mencetak gol di empat partai berikutnya untuk menyamai rekor Jamie Vardy di musim 2015/2016.
Di babak kedua, Spurs punya peluang samakan kedudukan menit 56'. Tembakan plesing Pape Matar Sarr masih bisa ditepis oleh Dubravka dengan rentangan tangannya. Bola muntah dicocor oleh Brennan Johnson namun masih membentur tiang dekat.
Dua menit berselang giliran Newcastle asuhan Eddie Howe membuang peluang emas. Sandro Tonali membawa bola ke kotak penalti dan melakukan tembakan, namun bola masih membentur badan bek Spurs. Bola kedua jatuh di sudut tembak Anthony Gordon, tetapi tembakannya malah melambung.
Son Heung-min, James Maddison, dan Yves Bissouma lalu dimasukkan oleh Ange Postecoglou untuk menambah daya dobrak timnya mengejar ketertinggalan.
James Maddison mencoba peruntungan dengan tembakan keras di menit 81'. Sayang upayana ini masih meleset beberapa sentimeter di sisi kiri gawang Dubravka.
Tambahan waktu 10' sempat membuat Dominic Solanke mendapat dua peluang menyamakan kedudukan lewat sundulan. Upaya pertamanya masih melambung, sementara peluang keduanya masih bisa diredam oleh Martin Dubravka.
Wasit pun meniup peluit panjang, disambut suka cita di kubu Eddie Howe. Sementara Ange Postecoglou hanya bisa meratapi nasib timnya di awal tahun 2025 ini.
Dengan hasil ini Spurs gagal menambah 24 poinnya dan masih tertahan di peringkat 11 Premier League. Sementara Newcastle tetap di peringkat lima dengan 35 poin.