Sebelum laga final ini, pemain belakang Thailand Chalermsak Aukkee berseloroh bahwa ia tidak mengenal Xuan Son dan bahkan menyebut rekannya Jonathan Khemdee lebih kuat dibanding penyernag Vietnam tersebut.
Usai membuktikan langsung di lapangan, Xuan Son bisa menutup mulut bek Thailand tersebut dan menyatakan kata-kata lawan tidak ada yang mempengaruhi penampilannya.
"Saya tidak peduli apa yang orang lain katakan tentang saya. Kata-kata seperti itu tidak memengaruhi saya," kata penyerang berusia 27 tahun itu dikutip dari media Vietnam e.vnexpress.net.
"Satu-satunya tujuan saya adalah memberikan semua yang saya miliki di lapangan untuk membantu tim saya menang. Begitulah cara saya menghadapi setiap pertandingan."
Kualitas individual yang jempulan milik Xian Son, sekarang berpadu dengan soliditas permainan lini tengah Vietnam yang dilatih oleh Kim Sang-sik.
Kini tinggal satu laga lagi melawan Thailand di leg kedua, yang bisa melengkapi catatan gemilang Xuan Son di turnamen debutnya membela Vietnam.
Apakah Ada Striker Indonesia yang Bisa Sedahsyat Xuan Son?
Pertanyaan balik bisa kita berikan kepada Timnas Indonesia, yang sampai sekarang belum mempunyai sosok striker yang bisa diandalkan.
Pada Piala AFF 2024, di mana Indonesia tersingkir dari fase Grup, tidak ada satu striker pun yang bisa mencetak gol. Deretan nama seperti Rafael Struick, Hokky Caraka, Ronaldo Kwateh, dan Arkhan Kaka tampil mejan.
Justru seluruh gol yang dihasilkan Timnas Garuda dilesakkan oleh dua orang bek, Kadek Arel dan Muhammad Ferrari, plus satu gol bunuh diri pemain Myanmar.
Kini menghadapi empat partai sisa di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, introspeksi mendalam harus dilakukan Coach Shin Tae-yong (STY) terhadap lini serangnya.
Masih mempunyai nama penyerang lain yang tidak dipanggil Piala AFF seperti Ragnar Oratmangoen, Ramadhan Sananta, dan Malik Risaldi, nama-nama diatas harus diseleksi dan didrill khusus untuk mencetak gol dalam skema permainan 3-4-3 ala STY.
Atau jika memungkinkan, satu nama yang digadang masuk sebelum laga tandang melawan Australia 20 Maret mendatang harus segera dibereskan. Ia adalah striker naturalisasi Ole Romeny.
Dimintai keterangan pada 10 Desember lalu, anggota Exco PSSI Arya Sinulingga menjelaskan bahwa proses naturalisasi Ole Romeny sedang berjalan dan masih menunggu reses DPR.