2. Fokus dan Dedikasi
Poin berikutnya menyangkut fokus penuh yang diberikan oleh Cristiano Ronaldo pada sepak bola yang sudah merubah hidupnya. Dedikasi ia berikan dengan selalu bermain maksimal di setiap kesempatan, sebagai rasa terimakasihnya kepada sepak bola itu sendiri.
Datang latihan lebih awal, dan pulang paling akhir menjadi rutinitas penuh dedikasi ini. Meskipun bagi penikmat sepak bola hanya melihat end-up berupa performa di lapangan, tentu proses ini sangat menyakitkan sebelum membentuk sebuah kebiasaan.
Beberapa mantan rekan Ronaldo seperti Patrice Evra, Paul Scholes, dan Dimitar Berbatov secara khusus pernah memuji etos kerja salah satu Greatest Of All Time (GOAT) ini.
“Jadi itu sebabnya, saya akan merekomendasikan kepada siapa pun ketika Cristiano mengundang Anda ke rumahnya, jangan pergi. Katakan saja tidak, karena orang ini adalah mesin. Dia tidak ingin berhenti latihan,” ucap Patrice Evra di sebuah kesempatan podcast.
3. Mindset Tumbuh
Di atas semuanya, mindset adalah hal menurut Ronaldo penting untuk selalu dipertahankan. Mindset tumbuh membuat semua pengorbanan yang dilakukan di awal, akan menemukan hasil yang baik.
Dalam podcast bersama Rio Ferdinand beberapa waktu lalu Ronaldo mengatakan bahwa yang penting untuk membentuk rutinitas adalah mindset.
Inilah yang membuat ia terkesan "demanding" terhadap dirinya dan tim. Keinginannya untuk menang dan mencetak gol selalu terpatri dalam mindsetnya, tak ayal striker Al Nassr sekarang dalam milestone menuju 1.000 gol dalam karier sepakbolanya.
Jadi, Jorge Mendes sudah memberikan patokan yang tepat bagi Lamine Yamal untuk bisa berkarier panjang dan sukses di sepak bola.
Bukan hendak membandingkan dengan Lionel Messi yang sama-sama dianugerahi skill sepak bola authentic, menjaga performa sama lamanya dengan duopoli dua pemain besar di atas harus megorbankan fisik dan mental. Dan contoh terbaik adalah, CR7.