KLIK SAJA - Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat FIFA mengumumkan secara aklamasi tuan rumah Piala Dunia 2030 adalah tiga negara, Portugal, Spanyol, dan Maroko.
"Mimpi yang menjadi kenyataan. Portugal akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 dan membuat kita bangga. Bersama!" tulis Ronaldo di akun X-nya.
Tentu menjadi sebuah atensi pecinta sepak bola dengan pengumuman yang diberikan FIFA pada Rabu (11/12/2024) lalu.
Ada dua penyelenggaraan sekaligus yang diumumkan status tuan rumahnya oleh FIFA, yakni Piala Dunia 2030 dan Piala Dunia 2034. Dan, keduanya mempunyai irisan nama seorang Cristiano Ronaldo.
Baca Juga: Dikalahkan Juventus 0-2 di Turin, Manchester City Benar-Benar Lupa Caranya Menang
Piala Dunia 2030, Enam Negara dan Tiga Benua
Piala Dunia 2030 merupakan perayaan 100 tahun diselenggarakannya Piala Dunia. Atas hal spesial ini, FIFA memutuskan menyelenggarakannya di tiga benua dan enam negara. Lho?
Jadi, Portugal, Spanyol, dan Maroko tetap menjadi tuan rumah bersama seperti halnya Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026 nanti.
Namun karena spesialnya perayaan 100 tahun Piala Dunia ini, FIFA menambahkan Argentina, Uruguay, dan Paraguay (Benua Amerika Selatan) sebagai tuan rumah untuk masing-masing satu laga perdana di fase grup, selanjutnya laga lain akan tetap dilakukan di Portugal dan Spanyol (Benua Eropa), serta Maroko (Benua Afrika).
Secara geografis, jarak antara Portugal, Spanyol, dan Maroko cukup berdekatan. Ini membuat mobilisasi 48 negara peserta nantinya tidak akan terlalu sulit.
Berikut pengumuman Gianni Infantino dalam Kongres Luar Biasa FIFA secara virtual (11/12/2024) dikutip dari Reuters.
"Kami menghadirkan sepak bola ke lebih banyak negara dan jumlah tim tidak mengurangi kualitasnya. Hal itu justru meningkatkan peluang," kata Infantino tentang Piala Dunia 2030.
"Apa cara yang lebih baik untuk merayakan ulang tahun ke-100 pada tahun 2030 selain menyelenggarakan Piala Dunia di enam negara, di tiga benua, dengan 48 tim dan 104 pertandingan epik. Dunia akan terdiam dan merayakan 100 tahun Piala Dunia."