Australia akhirnya memilih kembali Sydney Football Stadium setelah sekian lama, yang terakhir kali digunakan pada tahun 2017.
Saat itu, Australia bertanding melawan Uni Emirat Arab dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018.
Sebelumnya, Timnas Australia menggelar pertandingan kandang di berbagai stadion, termasuk stadion di Adelaide dan Melbourne.
Namun, Australia hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga laga kandang di Kualifikasi Round 3 Pildun 2026, yakni saat mengalahkan China di Adelaide dengan skor, 3-1.
Baca Juga: Prediksi Lille vs Sturm Graz, Tuan Rumah Sudah Tahu Kelemahan Lawan yang Tak Asing Lagi
Berkapasitas 42 Ribu Penonton
Terdapat perbedaan signifikan antara kapasitas Stadion Gelora Bung Karno di Indonesia dan Sydney Football Stadium di Australia.
Berdasarkan informasi dari Transfermarkt, Stadion Gelora Bung Karno dapat menampung hingga 77 ribu penonton, yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Sydney Football Stadium yang memiliki kapasitas hanya 42.500 penonton.
Selain itu, perlu dicatat bahwa Sydney Football Stadium adalah stadion yang baru dibuka pada tahun 2022.
Baca Juga: Prediksi Lille vs Sturm Graz, Tuan Rumah Sudah Tahu Kelemahan Lawan yang Tak Asing Lagi
Stadion itu sempat dilakukan perbaikan atau pemugaran pada tahun 2020, dan kini menjadi kandang dari klub liga Australia, Sydney FC.
Tradisi Pindah-pindah Kandang
Sydney Football Stadium adalah venue berikutnya yang dipilih Australia dalam tradisi pindah-pindang lokasi pertandingan laga kandang.
Dalam lima pertandingan terakhirnya, Socceroos bermain di CommBank Stadium (Sydney), dan HBF Park (Perth).
Selain itu, Australia juga pernah melakoni laga kandang di ajang Kualifikasi Pildun 2026 di Cbus Super Stadium (Gold Coast), Adelaide Oval (Adelaide), dan AAMI Park (Melbourne).