Gol ini terjadi lewat andil kesalahan Destiny Udogie yang terlihat bingung dalam mengantisipasi arah bola. Ia gagal menyundul bola dan di belakangnya Huijsen siap menyergap si kulit bundar.
Marcus Tavarnier punya peluang emas menggandakan kedudukan menit 44' usai menyambut umpan silang Milos Kerkez. Sayang Forster bereaksi gemilang dan berhasil menepis bola.
Baca Juga: Dua Gol Alex Iwobi Pertegas Dominasi Fulham atas Brighton, The Seagulls Gagal Salip Manchester City
Di babak kedua, tuan rumah asuhan Andoni Iraola mulai mendapatkan serangan deras dari Spurs. Termasuk sepak pojok langsung James Maddison menit 52' yang masih bisa dihalau oleh Kepa.
Bola yang dikuasai pemain Bournemouth langsung mengantar Justin Kluivert pada posisi enak untuk mengirim tembakan keras, namun Forster kembali bisa menghalau upayanya.
Menit 65', Kepa melakukan double-saves untuk momen sepak pojok Maddison lagi. Second-ball langsung disambut tembakan Pedro Porro, tetapi kiper pinjaman Chelsea itu masih bisa menepis bola ke sisi samping.
Kembali serangan balik dibangun oleh The Cherries, namun tembakan Ryan Christie dari luar kotak penalti hanya mencium tiang kanan gawang Forster.
Menit 74' Bournemouth sempat membuat gol namun dianulir oleh VAR. Kesalahan umpan Forster membuat Evanilson bisa mendapat bola kedua dan mencetak gol, namun dari tayangan VAR striker Brasil tersebut berdiri pada posisi offside.
Kesia-siaan Ball-Possesion dan Faktor Absennya Cristian Romero
Laga ini kembali menunjukkan dominasi anak asuh Ange Postecoglou dalam hal ball-possesion, bahkan hingga mencapai angka 66%.
Namun jika dilihat dari jumlah tembakan, hal itu terkesan sia-sia sebab tuan rumah lebih tajam dengan jumlah tembakan dua kali lipat lebih banyak.
The Cherries berhasil membuat total 21 tembakan dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Spurs hanya 12 tembakan dan 4 shots on goal.
Salah satu yang membuat barisan pertahanan Spurs cukup rentan adalah absennya Cristian Romero di jantung pertahanan. Juara dunia asal Argentina tersebut masih cedera, sehingga Radu Dragusin berduet dengan Ben Davies di laga semalam.
Kepemimpinan Romero mutlak dibutuhkan, apalagi kala Micky van de Ven juga masih menepi. Harapan dari fans tim London tersebut tentu ia sudah tersedia di laga menghadapi Chelsea Sabtu depan.