Hanya butuh tiga menit, Haaland mencetak gol keduanya saat "dengan buas" menyergap umpan tarik Savinho dari sisi kiri dengan sliding shoot-nya.
Petaka bagi Citizens dimulai pada menit 75', saat backpass sembrono Josko Gvardiol mampu membebaskan Anis Hadj-Moussa untuk mengelabuhi Ederson dan mengeksekusi gol dari sudut sempit.
Gol inilah yang membuat jalinan koordinasi pertahanan Manchester City menjadi amburadul, dan lemahnya sisi kiri yang dikawal Gvardiol menjadi incaran pelari cepat tim tamu.
Akibatnya, Santiago Gimenez mencetak gol kedua timnya pada menit 82' dengan cukup mudah. Crossing dari sisi kiri bisa menembus tiang jauh Citizens yang dikawal Gvardiol. Jordan Lotomba mampu meraih bola untuk memberikan cut-back ke depan gawang, yang tinggal didorong oleh dada Gimenez.
Parade horor di pertahanan tim asuhan Pep akhirnya dihukum oleh David Hancko menit 89'. Kembali serangan mengarah ke sisi kiri saat Igor Paixao mampu menjemput umpan panjang dari belakang dan melewati Ederson yang kelewat maju.
Pemain asal Brasil ini lalu memberikan crossing ke mulut gawang kosong yang tinggal disundul dengan keras oleh David Hancko untuk memberikan tujuh poin dari tiga partai tandang yang telah dilalui.
Baca Juga: Prediksi Manchester City vs Feyenoord, Akhiri Krisis Terlama Pep Guardiola
Josko Gvardiol dan Ederson Perlu Diparkir
Chaos di lini belakang Manchester City yang melibatkan Josko Gvardiol sudah kerap terjadi dalam tren negatif mereka belakangan. Pemain yang ditransfer musim lalu dari RB Leipzig sering kehilangan keseimbangan saat transisi menyerang ke bertahan.
Atribut menyerangnya memang bertambah pesat, terbukti dengan 3 gol yang sudah dibukukan bek berusia 22 tahun ini. Peran sebagai inverted-full back dan wing back ia jalankan dengan cukup fasih, namun dengan kompensasi menurunkan kemampuan bertahannya!
Konsentrasinya kerap buyar pada momen-momen mudah, terlihat saat melakukan backpass "tidak karuan" pada gol pertama Feyenoord. Hanya ditekan Hadj-Moussa seorang, ia tida bisa memilih opsi yang baik dengan tiga pilihan rekan yang bisa diumpan di sekitarnya.
Sosok lain yang perlu untuk dievaluasi adalah kiper Ederson. Dua keputusannya meninggalkan gawang ternyata berbuntut gol pertama dan ketiga Feyenoord. Kecepatan dan kesigapan Ederson tidak terlihat seperti musim-musim sebelumnya.
Patut diduga, momen bursa transfer awal musim yang menyebutkan wacana kepindahannya ke Saudi Pro League bisa saja menjadi penyebab non-teknisnya.
Kini Pep Guardiola harus bisa mempertimbangkan, bahwa kedua pemain ini perlu diparkir agar bisa merefleksikan penampilannya sendiri.
Namun itu harus dengan pertimbangan matang, sebab akhir pekan nanti Liverpool yang sedang bagus-bagusnya menunggu mereka di Anfield Stadium pada lanjutan matchday 13 Premier League.