KLIK SAJA - Ibarat masa probation saja belum kelar, tetapi Ivan Juric sudah merasakan pahitnya pemecatan. Usai AS Roma dikalahkan Bologna 2-3 di Olimpico (10/11/2024), manajemen langsung ambil keputusan "edan", yakni memecat pelatih yang belum genap dua bulan melatih Giallorossi!
Baca Juga: Prediksi Tigre vs Defensa y Justicia, Sejarah Berpihak Pada Tim Tamu
Empat kekalahan dalam lima pertandingan konsekutif Serie A terakhir, dijadikan alasan kuat untuk memecat mantan pelatih Torino berkebangsaan Kroasia tersebut. Hanya sekali menang 1-0 atas Torino di Olimpico (1/11/2024), empat kekalahan diterima yakni ditumbangkan Inter Milan, Fiorentina, Verona, dan tentu saja Bologna.
Secara total, dalam 12 laga menangani AS Roma di semua kompetisi, pelatih 49 tahun ini mempersembahkan 4 kemenangan, 3 hasil seri, dan 5 kekalahan. Angka yang disangka oleh manajemen bakal terus bertambah bila diteruskan. Plus, ada sinyal kuat mereka mengejar pelatih "ramah scudetto", Roberto Mancini.
Baca Juga: Prediksi Lanus vs Platense, Bisa Menang lagi Granate?
Penunjukan Ivan Juric yang Tidak Smooth
Penunjukkan Ivan Juric sebagai pelatih AS Roma pada 18 September lalu juga terindikasi tidak smooth. Fans AS Roma masih marah dengan keputusan manajemen memecat legenda klub Daniele De Rossi, dan mereka malah disuguhkan oleh pelatih yang dalam CV nya hanya melatih klub sekaliber Mantova, Crotone, Genoa, Verona, dan Torino.
Alhasil semakin marahlah fans Il Lupi dan langsung disambut pengunduran diri CEO AS Roma Lina Souloukou. Bahkan di satu kesempatan, Ivan Juric mengaku mengetahui kabar tersebut justru dari berita televisi.
Sebenarnya janganlah pula melimpahkan semua kesalahan ini pada Ivan Juric. Menggunakan skuad yang sepenuhnya bukan pilihannya di awal musim, Juric sudah lumayan membuat AS Roma tak terkalahkan di kandang sebelum dibekuk Bologna kemarin.
Dalam skema hybrid 3-4-2-1 maupun 4-4-2, ia bahkan bisa membangkitkan relasi Paulo Dybala dengan rekrutan anyar Artem Dovbyk. Hal baik lain yang ia lakukan adalah seringnya memainkan bakat muda yang bakal menjadi masa depan klub, Nicollo Pisilli.
Sedikit membahas masalah teknis di lapangan, kegagalan Ivan Juric disinyalir merupakan keputusan strateginya dalam bertahan. Ia menerapkan pendekatan man-to-man marking yang kini kerap dilakukan klub Italia seperti Atalanta dan Cagliari, namun ini dirasa kurang cocok dengan pemain Giallorossi yang banyak bertipe menyerang.
Baca Juga: Prediksi Deportivo Riestra vs Velez Sarsfield, Upaya El Fortin Memantapkan Puncak Klasemen