Petaka bagi The Villans terjadi menit 50'. Tyrone Mings disinyalir tidak melihat umpan pendek dari tendangan gawang yang dilakukan oleh Martinez ke arahnya. Ia dengan enteng memungut bola dengan tangan, dan melakukan tendangan gawang ulang kepada Martinez. Wasit Tobias Stieler tidak menyukai momen ini dan ia berkonsultasi dengan VAR sebelum memberikan hukuman penalti atas handsball memalukan ini.
Hans Vanaken mampu tampil dingin sebagai algojo, dan dengan mudah ia mengirim kiper Argentina ke arah yang salah.
Setelah gol ini Club Brugge mencoba bermain aman, sedangkan serangan-serangan Villa tidak ada yang membahayakan jala gawang Mignolet. Wasit meniup peluit akhir pertandingan, tanda bahwa The Villans kalah dan bobol untuk pertama kalinya di Liga Champions 2024/2025.
Krisis Mental Aston Villa Bercokol di Papan Atas
"Kesalahannya benar-benar aneh. Itu kesalahan terbesar yang pernah saya saksikan dalam karier saya," kata Emery dikutip dari espn.com. "Itu hanya terjadi satu kali sepanjang hidup saya. Hari ini."
Tidak bisa dipungkiri, tiga kekalahan beruntun bisa membuat krisis mental terjadi di benak pemain Aston Villa. Tekanan bahwa belum siap menjadi tim yang bercokol di papan atas kini berkecamuk di dalam dada para pemain, yang sebenarnya banyak yang belum memiliki mental juara di Inggris dan Eropa.
Peranan besar Unai Emery yang dikenal sukses dengan raihan Europa League-nya, sangat ditunggu fans Villa untuk membangkitkan tim dengan segera. Namun laga berikut yang harus dihadapi lebih berat dari melawan Club Brugge.
Minggu (10/11/2024) dini hari WIB, The Villans bakal melawat ke Anfild, markas Liverpool yang kini memuncaki klasemen sementara Premier League. Dengan bekal mengalahkan Bayer Leverkusen 4-0 kemarin, tentu tim asuhan Arne Slot punya kapasitas memberikan mimpi buruk bagi John McGinn dkk.
Mau bangkit atau terjerumus dalam krisis mental, Villa?