KLIK SAJA - Juventus harus kembali menerima hasil imbang usai Derby d'Italia akhir pekan lalu, setelah berbagi skor 2-2 melawan Parma di Allianz Arena Turin pada Jumat (31/10/2024) dini hari WIB. Lewat hasil ini Bianconeri tampak tertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara Serie A dengan 18 poin. Posisi yang membuat Juventus semakin tertinggal dari Napoli yang berada di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin.
Ketidakmampuan untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri membuat peluang mereka dalam perburuan scudetto semakin meragukan, memicu tanda tanya besar di kalangan fans dan pengamat sepak bola, apa Juventus sudah lempar handuk?
Baca Juga: Kalahkan Leicester 5-2, Kebangkitan Sekejap Manchester United, dan Ikrar Setia Ruud van Nistelrooy
Parma tampil mengejutkan di awal laga, mencetak gol pertama lewat aksi Enrico Del Prato di menit ketiga. Memanfaatkan skema bola atas yang rapi, Del Prato berhasil menaklukkan lini belakang Juventus yang tampak tidak siap menerima umpan pantul Botond Balogh.
Permainan Juventus terlihat agresif dalam mengejar ketertinggalan. Timothy Weah memberikan kontribusi besar lewat assistnya kepada Weston McKennie untuk gol penyama Juventus menit 31.
Namun, Parma kembali unggul di menit ke-38 melalui gol Simon Sohm, memanfaatkan kesalahan di barisan pertahanan Juventus. Gol ini menegaskan bahwa pertahanan Juventus masih mudah ditembus dan terlihat panik dalam situasi kritis.
Di babak kedua, Juventus akhirnya mampu menyamakan kedudukan kembali melalui gol dari Timothy Weah pada menit ke-49, memanfaatkan umpan tarik Francisco Conceicao di sisi kanan.
Sayangnya, usaha untuk mencetak gol kemenangan tidak berjalan sesuai rencana, bahkan nyaris membuat mereka kehilangan tiga poin ketika kelengahan Danilo memberi ruang bagi Gabriel Charpentier di akhir laga. Beruntung, kiper Manuele Di Gregorio tampil gemilang untuk mencegah gol tambahan dari tim tamu.
Baca Juga: Banjir Besar Korbankan 64 Nyawa di Valencia, Laga Valencia vs Real Madrid Terancam Ditunda
Ketidakpuasan Thiago Motta pada Pemainnya
Pasca laga, Thiago Motta menyampaikan ketidakpuasan atas performa timnya. Menurutnya, Juventus terlalu sering kehilangan fokus di kedua sisi lapangan, baik dalam bertahan maupun menyerang. Ia menyoroti kurang efektifnya striker dalam memanfaatkan peluang emas, serta koordinasi yang lemah di antara bek-beknya. Contoh paling jelas adalah kesempatan emas yang terbuang oleh Dusan Vlahovic pada babak pertama, saat tendangannya malah melambung dari jarak dekat.
"Saya pikir hari ini kami terlalu banyak melakukan restart. Pada tendangan gawang mereka, kami mencoba untuk membawa bek keluar untuk kemudian menekan dan menyebabkan kesalahan, tetapi kami tidak berhasil. Pada fase bertahan, kami membuat banyak kesalahan," ujarnya kepada DAZN seusai pertandingan, dikutip dari Reuters
"Kami harus memiliki keseimbangan dan kontrol permainan. Hari ini kami bermain baik hingga dua meter terakhir, tetapi pada akhirnya kami harus bermain lebih baik," imbuhnya.
Ketidakmampuan Juventus dalam mengamankan poin penuh di dua laga berturut-turut ini mencerminkan masalah mendasar yang belum sepenuhnya teratasi di bawah asuhan Thiago Motta. Inkonsistensi performa dan kurangnya stabilitas dalam transisi permainan menjadi kendala besar bagi mereka untuk bersaing di papan atas.