KLIK SAJA - Masih berupaya kembali ke kompetisi elite Eropa, Atalanta BC akan bertandang ke markas Lecce yang tengah terancam degradasi dalam laga penting Serie A pada hari Senin.
Sementara tim asal Bergamo masih memimpikan kesempatan lain tampil di Liga Champions, tuan rumah justru sedang berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi.
Sejak awal 2026, Atalanta hanya kalah sekali di liga, meraih delapan kemenangan dan mengumpulkan tambahan 28 poin—hanya Inter Milan dan Como yang mengoleksi lebih banyak poin dalam periode ini.
Karena itu, masih banyak yang dipertaruhkan hingga akhir Mei, dengan La Dea kini berada di peringkat ketujuh Serie A dan hanya terpaut empat poin dari Roma yang menempati posisi terakhir zona Eropa.
Selisih tujuh poin dari zona Liga Champions membuat tim asuhan Raffaele Palladino membutuhkan performa nyaris sempurna di sisa musim untuk kembali ke kompetisi tersebut.
Perjalanan mereka musim ini di Eropa berakhir pahit setelah kalah agregat 2-10 dari Bayern Munich bulan lalu, namun Atalanta langsung bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Hellas Verona di liga.
Gol Davide Zappacosta memastikan kemenangan dalam laga terakhir sebelum jeda internasional, yang juga menandai Marten de Roon sebagai pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah klub.
Setelah jeda dua pekan, Palladino dan tim kini menuju Lecce, dengan catatan hanya meraih 18 poin di laga tandang dibandingkan 32 poin saat bermain di Bergamo.
Baca Juga: Prediksi Udinese Vs Como, Langkah Lariani yang Kian Melaju di Papan Atas Serie A
Meski demikian, rekor pertemuan cukup berpihak pada mereka: Atalanta memenangkan dua kunjungan terakhir ke Stadio Via del Mare dengan total enam gol tanpa balas.
Secara keseluruhan, Lecce kalah dalam empat dari lima pertemuan liga terakhir, termasuk kekalahan 1-4 pada September lalu, ketika Charles De Ketelaere mencetak dua gol untuk La Dea.
Kali ini, Giallorossi benar-benar harus membalikkan tren tersebut, karena mereka tengah berjuang keras menghindari degradasi.
Lecce memasuki jeda internasional di posisi ke-18, dengan poin yang sama seperti Cremonese dan hanya tertinggal dua poin dari Fiorentina yang mulai bangkit.
Setelah meraih kemenangan penting atas Cremonese, mereka sempat keluar dari zona degradasi, tetapi kemudian kalah dari Napoli dan Roma—hasil terakhir tersebut menjadi kekalahan keenam dari tujuh laga tandang terakhir mereka.