KLIK SAJA - Kedua tim sama-sama berusaha menjauh dari zona berbahaya, Torino dan Parma akan bertemu dalam laga Jumat malam waktu setempat dalam Serie A.
Akibat penurunan performa yang buruk sepanjang tahun 2026, Torino kini tertinggal empat poin dari wakil Emilia tersebut, membuat mereka berada sangat dekat dengan zona degradasi.
Setelah kekalahan 2-1 dari Napoli di Stadio Maradona pekan lalu, Torino masih harus berjuang untuk mempertahankan status mereka di Serie A, karena saat ini mereka hanya unggul enam poin dari zona degradasi.
Sejak jeda internasional terakhir yang berlangsung pada akhir November, tidak ada tim yang lebih sering kalah di kasta tertinggi Italia.
Toro telah menelan 11 kekalahan liga—jumlah yang hanya disamai oleh tiga tim terbawah: Cremonese, Hellas Verona, dan Pisa.
Pelatih baru Roberto D'Aversa, yang ditunjuk bulan lalu, mendapat tugas menjaga Granata tetap bertahan di Serie A, dan sejauh ini timnya berhasil meraih tiga poin dari dua pertandingan.
Sebelumnya, D'Aversa memenangkan laga kandang pertamanya setelah menggantikan Marco Baroni, ketika Torino mengalahkan Lazio 2-0 di Turin.
Pertandingan tersebut juga menjadi laga terbaru yang dimainkan di hadapan tribun yang hampir kosong di Stadio Olimpico Grande, karena para suporter masih terus melakukan protes terhadap kepemilikan klub oleh Urbano Cairo.
Di tengah ketegangan antara pendukung dan presiden klub itu, Toro harus menjamu Parma akhir pekan ini, di mana kekalahan bisa membuat mereka semakin terjerumus ke dalam bahaya.
Setelah memenangkan pertemuan pertama musim ini—kemenangan kandang 2-1 pada bulan September—Parma kini mengincar kemenangan ganda liga atas Torino untuk pertama kalinya sejak 2013.
Melihat performa terbaru, Parma memang memiliki peluang bagus, dengan tiga kemenangan dan tanpa kekalahan dalam lima pertandingan terakhir mereka.
Menempati posisi ke-12 klasemen—sekarang unggul 10 poin dari zona degradasi—tim asuhan Carlos Cuesta bermain imbang tanpa gol melawan Fiorentina pekan lalu, tetapi mereka masih berada di jalur yang tepat untuk menghindari degradasi.
Gialloblu juga meraih tujuh poin dari tiga laga tandang terakhir mereka—setelah sebelumnya mengalahkan Bologna dan AC Milan—semuanya tanpa kebobolan satu gol pun.