KLIK SAJA - Aljazair akan menghadapi Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) di Stadion Prince Moulay Hassan pada Selasa, dalam laga penentuan tiket ke babak perempat final Piala Afrika 2025.
Kedua tim tampil impresif pada fase grup. Aljazair keluar sebagai juara Grup E dengan rekor sempurna, sementara RD Kongo mengoleksi tujuh poin dari maksimal sembilan poin yang tersedia.
Setelah tersingkir di fase grup pada dua edisi Piala Afrika terakhir, Aljazair datang ke Maroko dengan motivasi besar untuk membuktikan diri, meskipun berstatus sebagai tim dengan peringkat tertinggi ketiga di Afrika.
Kemenangan telak 3-0 atas Sudan pada laga pembuka menjadi awal sempurna bagi skuad asuhan Vladimir Petkovic, yang kemudian dilanjutkan dengan kemenangan atas Burkina Faso dan Guinea Khatulistiwa.
Bersama Nigeria, Aljazair menjadi salah satu dari dua tim yang memenangkan seluruh pertandingan fase grup.
Tim berjuluk Desert Warriors tersebut juga mencatat jumlah gol terbanyak bersama (delapan gol) serta jumlah kebobolan paling sedikit (satu gol).
Solidnya Aljazair di lini serang dan pertahanan berpotensi menjadi faktor penentu dalam upaya mereka melaju ke babak gugur Piala Afrika untuk kedua kalinya sejak 2010, sekaligus yang pertama sejak sukses menjuarai turnamen pada 2019.
Aljazair juga selalu mencetak gol pembuka dalam enam pertandingan terakhir mereka.
Awal cepat kembali diharapkan pada laga Selasa nanti, di mana mereka juga berupaya mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan RD Kongo di semua ajang, meskipun tiga laga terakhir tersebut berstatus uji coba.
Sementara itu, RD Kongo juga tampil meyakinkan. Setelah mencuri perhatian lewat performa mereka di kualifikasi Piala Dunia—di mana mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke Amerika Utara tahun ini.
Skuad asuhan Sébastien Desabre kembali menunjukkan kualitasnya di Piala Afrika yang sedang berlangsung.
Kemenangan atas Benin dan Botswana, yang diselingi hasil imbang 1-1 melawan Senegal, membawa RD Kongo finis di posisi kedua Grup D, kalah selisih gol dari Senegal.
Hasil tersebut memastikan pertemuan mereka dengan Aljazair pada Selasa mendatang.
Tim berjuluk Les Léopards kini tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir. Tujuh di antaranya berakhir dengan total gol di bawah tiga, kecuali kemenangan 3-0 atas Botswana.