KLIK SAJA - Berada sejajar dalam perolehan poin dengan juara bertahan, AS Roma memasuki laga tengah pekan Serie A dengan menempati posisi kedua klasemen, saat mereka bersiap menyambut Parma di Stadio Olimpico.
Meski tampil sempurna di laga tandang, Giallorossi justru terlihat rapuh ketika bermain di kandang sendiri — sebuah celah yang bisa dimanfaatkan oleh tim tamu yang sedang berjuang di papan bawah.
Setelah menelan dua kekalahan beruntun dalam kurun waktu kurang dari sepekan, Roma akhirnya bangkit dengan meraih kemenangan tandang keempat secara beruntun di Serie A saat mengalahkan Sassuolo pada Minggu lalu.
Pelatih Gian Piero Gasperini kembali mencadangkan dua penyerangnya yang tengah menurun performanya, dan gol cepat Paulo Dybala menjadi penentu kemenangan penting bagi klub ibu kota di Reggio Emilia.
Sepanjang tahun 2025, Roma tampil konsisten dan impresif.
Baca Juga: Prediksi Juventus Vs Udinese, Duel Sengit Rebutan Posisi Klasemen dari Duo Bianconeri di Turin
Mereka mencatatkan pertahanan terbaik di Italia musim ini — lima kali tidak kebobolan dari delapan pertandingan, dengan hanya tiga gol bersarang di gawang mereka, dan tidak satu pun dari situasi bola mati.
Selain itu, sepanjang tahun kalender ini, tidak ada tim di lima liga top Eropa yang meraih lebih banyak poin tandang daripada Roma, dengan rekor luar biasa 11 kemenangan dari 14 laga tandang.
Namun, situasinya berbanding terbalik ketika bermain di Olimpico. Roma telah menelan tiga kekalahan kandang beruntun, termasuk dua di ajang Liga Europa melawan Lille dan Viktoria Plzen. Dalam tiga laga tersebut, mereka hanya mampu mencetak satu gol.
Kondisi ini membuat Gasperini secara terbuka mengkritik penurunan performa Artem Dovbyk dan Evan Ferguson.
Meski begitu, Roma masih berpeluang naik ke puncak klasemen Serie A jika hasil pertandingan tengah pekan berpihak pada mereka.
Parma datang ke Roma dengan catatan yang kurang meyakinkan. Musim lalu, mereka kalah di kedua pertemuan melawan Roma, dan kini kembali ke Olimpico dengan misi mencari kemenangan tandang perdana musim ini.
Gialloblu saat ini duduk tepat di atas zona degradasi, dengan hanya tujuh poin dari delapan pertandingan. Satu-satunya kemenangan mereka di liga terjadi pada akhir September lalu.
Dalam dua laga terakhir, Parma hanya bermain imbang tanpa gol melawan Genoa dan Como.