KLIK SAJA – Ajax akan memulai kampanye terbaru mereka di Liga Champions pada Rabu waktu setempat, dengan menjamu finalis musim lalu, Inter Milan, di Johan Cruyff Arena, Amsterdam.
Raksasa Belanda itu belum terkalahkan musim ini, sementara Inter justru datang dengan catatan dua kekalahan beruntun.
Meski begitu, keduanya masih dalam proses pemulihan setelah terpeleset pada akhir musim 2024-25.
Ajax mengalami kejatuhan dramatis musim lalu bersama pelatih Francesco Farioli.
Setelah sempat unggul sembilan poin atas PSV di akhir Maret, mereka justru tergelincir di penghujung kompetisi dan gagal merebut gelar Eredivisie.
Selain itu, Ajax juga tersingkir di babak 16 besar Liga Europa dan gagal meraih KNVB Beker. Artinya, sudah tiga tahun berlalu sejak klub asal Amsterdam ini terakhir kali mengangkat trofi besar.
Kepergian Farioli mendorong manajemen membawa pulang John Heitinga, mantan pemain Ajax yang pernah menjadi pelatih interim sebelum sempat menjadi asisten pelatih di West Ham United dan Liverpool.
Baca Juga: Prediksi PSV Eindhoven Vs Union SG, Ambisi De Boeren Raih Poin Penuh di Laga Awal Liga Champions
Sejauh ini, tim asuhan Heitinga belum terkalahkan. Mereka memenangkan tiga laga kandang, meski sempat dua kali kehilangan poin di laga tandang. Terakhir, Ajax mengalahkan PEC Zwolle 3-1.
Kini, setelah hanya sekali lolos dari fase grup dalam empat musim terakhir sejak semifinal 2019, Ajax akan membuka fase liga musim ini dengan ulangan final Piala Eropa 1972 melawan Inter.
Saat itu, Ajax menang di Rotterdam, tetapi sejak itu mereka gagal menang dalam empat pertemuan Liga Champions dengan Nerazzurri, tiga di antaranya berakhir dengan kekalahan.
Sama seperti Ajax, Inter juga harus puas finis sebagai runner-up di liga domestik setelah disalip Napoli dalam perebutan Scudetto. Namun, kekecewaan lebih besar datang di Eropa.
Setelah menyingkirkan Barcelona di semifinal dan mencatat rekor klub dengan 10 kemenangan Liga Champions dalam semusim, Inter justru hancur lebur di final.
Mereka dipermalukan Paris Saint-Germain dengan skor telak 5-0, laga yang sekaligus menjadi pertandingan terakhir Simone Inzaghi sebagai pelatih.