KLIK SAJA - Baru saja tersingkir secara memalukan dari ajang EFL Cup di tengah pekan, Manchester United yang sedang terpuruk akan menjamu tim promosi Burnley di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris pada Sabtu sore waktu setempat.
Ini menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak April 2024, ketika Burnley sukses menahan imbang Setan Merah 1-1 di Manchester.
Rabu malam lalu, United bertandang ke markas Grimsby Town, tim kasta keempat, dengan status unggulan besar.
Namun, di luar dugaan Grimsby yang membuat kejutan besar dengan menyingkirkan United lewat adu penalti 12-11 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.
United sempat tertinggal dua gol cepat sebelum Bryan Mbeumo dan Harry Maguire menyamakan kedudukan.
Sayangnya, Mbeumo yang sebelumnya menjadi penyelamat justru gagal mengeksekusi penalti terakhir, mengakhiri malam yang penuh aib bagi Ruben Amorim dan anak asuhnya.
Kekalahan itu semakin memperpanjang periode buruk United, yang belum juga meraih kemenangan dalam tiga laga awal musim ini setelah sebelumnya tumbang dari Arsenal dan ditahan Fulham.
Posisi Amorim pun kian goyah karena rentetan rekor buruk tersebut.
Dengan catatan kemenangan hanya 35,5 persen sejak menjabat, ia menjadi manajer permanen United dengan persentase terburuk sejak era Sir Alex Ferguson.
Meski telah menggelontorkan hampir 200 juta pound untuk membangun lini serang baru, sang pelatih asal Portugal sendiri mengakui bahwa sesuatu harus berubah, entah dalam taktik, komposisi pemain, atau bahkan dirinya di kursi pelatih.
Di tengah tekanan yang terus meningkat, United tak punya pilihan selain segera melupakan duka di EFL Cup dan fokus ke liga.
Setidaknya mereka bisa menaruh harapan pada rekor bagus melawan tim promosi, di mana mereka tak terkalahkan dalam 23 laga terakhir di Premier League sejak kekalahan 1-4 dari Watford pada November 2021, laga terakhir Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih.
Namun, catatan kandang mereka belakangan tidak meyakinkan, karena hanya mampu meraih tiga kemenangan dari 13 laga terakhir di Old Trafford, kalah delapan kali dan kebobolan 21 gol.
Sementara itu, Burnley datang dengan modal positif setelah bangkit dari kekalahan telak di laga perdana melawan Tottenham.