KLIK SAJA - Arsenal berpeluang mengangkat trofi di Emirates Stadium pada Sabtu, meski hanya trofi persahabatan, saat mereka berusaha mempertahankan gelar Emirates Cup melawan Athletic Bilbao di laga pra-musim terakhir musim panas ini.
Skuad Mikel Arteta punya banyak hal untuk dibenahi setelah menderita dua kekalahan beruntun dari Tottenham Hotspur dan Villarreal.
Namun, lawan mereka justru datang dengan catatan yang lebih buruk: lima kekalahan beruntun di laga uji coba.
Sebelum bertandang ke London Utara pada Rabu malam, Villarreal belum pernah menang di enam laga persahabatan musim panas ini.
Namun, pertahanan Arsenal yang rapuh mampu ditembus dengan mudah oleh Nicolas Pepe dan kawan-kawan.
Mantan rekor pembelian Arsenal itu membuka keunggulan bagi Villarreal, sebelum gol-gol dari Karl Etta Eyong, Christian Norgaard, Arnaut Danjuma, dan Martin Odegaard menghasilkan laga sengit lima gol yang berakhir dengan skor 3-2 untuk tim tamu.
Kekalahan 4-3 lewat adu penalti dari tim asuhan Marcelino semakin menambah luka bagi pendukung Emirates, yang menyaksikan lini pertahanan Arsenal tampil kacau dan masalah kreativitas yang sudah lama ada kembali terlihat jelas.
Performa gemilang kembali ditunjukkan oleh Max Dowman yang baru berusia 15 tahun—ia kembali memenangkan penalti untuk dieksekusi Odegaard—menjadi sedikit kabar positif bagi Arteta.
Sementara itu, Viktor Gyokeres gagal memberi dampak berarti pada debut starter-nya, dan para pemain baru Arsenal kini hanya punya satu laga lagi untuk beradaptasi sebelum musim dimulai.
Sejak 2007, Emirates Cup menjadi tradisi pra-musim yang rutin digelar, dan tiga edisi terakhir selalu dimenangkan Arsenal.
Mereka mengalahkan Sevilla 6-0 pada 2022, menundukkan Monaco lewat adu penalti pada 2023, dan mengalahkan Lyon 2-0 tahun lalu.
Meski tim-tim Spanyol kerap berpartisipasi, hanya Valencia pada 2014 yang pernah menjadi juara. Athletic Bilbao sendiri akan tampil untuk pertama kalinya di turnamen pra-musim ini.
Meski Arsenal tengah meratapi dua kekalahan beruntun, Athletic justru mengalami periode yang lebih suram dengan lima kekalahan berturut-turut, termasuk dua kali di hari yang sama melawan Liverpool pada Senin.
Skuad Ernesto Valverde kalah agregat 7-3 dari juara Premier League—takluk 4-1 dan 3-2 di Anfield—sementara Racing Santander, PSV Eindhoven, dan Alaves juga mengalahkan mereka sejak kemenangan tipis 1-0 atas Ponferradina pertengahan Juli lalu.