KLIK SAJA - Raksasa Premier League Chelsea akan menghadapi satu-satunya wakil Amerika Selatan yang tersisa, Fluminense, dalam laga semifinal Piala Dunia Antarklub pada Selasa (waktu setempat).
Setelah The Blues menyingkirkan Palmeiras dan Flu menundukkan raksasa Asia Al-Hilal, kedua tim akan bertemu di New Jersey untuk memperebutkan satu tempat di partai final.
Melanjutkan performa impresif yang ditandai dengan menjuarai trofi Eropa dan memastikan tiket ke Liga Champions UEFA 2026, Chelsea melangkah ke semifinal Piala Dunia Antarklub dengan empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir.
The Blues menyingkirkan Palmeiras di babak perempat final pada Jumat, berkat gol pembuka dari Cole Palmer dan gol bunuh diri Agustin Giay, meski Estevao — yang akan segera bergabung dengan Chelsea — sempat mencetak gol balasan bagi tim lamanya.
Sebelumnya, anak asuh Enzo Maresca juga mengalahkan Benfica di babak 16 besar, meski laga sempat tertunda karena cuaca buruk hingga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Meskipun Chelsea hanya finis di posisi kedua Grup D karena kalah 1-3 dari rival sekota Fluminense, Flamengo, banyak yang menilai mereka mendapat jalur undian yang lebih ringan dan terhindar dari lawan-lawan berat Eropa.
Pemenang Piala Dunia Antarklub pada 2021 (juga mengalahkan Palmeiras), Chelsea kini hanya tinggal dua langkah dari gelar FIFA berikutnya.
Setelah mengamankan UEFA Conference League sebelum bertolak ke AS, mereka mengincar gelar ganda musim ini.
Performa Chelsea meningkat drastis sejak sempat terpuruk di pertengahan musim.
Kini mereka optimis bisa mengalahkan mantan bek andalan mereka, Thiago Silva, yang kini membela Fluminense, dan melangkah ke final menghadapi Paris Saint-Germain atau Real Madrid.
Sementara itu raksasa Brasil, Fluminense punya rencana berbeda.
Mereka mempertahankan mimpi juara dengan mengalahkan Al-Hilal dalam laga sengit di Orlando.
Gol cantik Martinelli membuka keunggulan, sebelum disamakan oleh Marcos Leonardo.
Namun, pemain pengganti Hercules kembali menjadi pahlawan setelah mencetak gol penentu kemenangan 2-1, dibantu penyelamatan krusial kiper berusia 44 tahun, Fabio.