Dalam pertandingan berikutnya pada 1 September, ia mencatatkan assist pertamanya untuk PSG melalui umpan silang kepada Randal Kolo Muani, yang menyundul bola dan memastikan kemenangan 3–1 atas Lille.
Pada 18 September, Doué menjalani debut Liga Champions di Parc des Princes menghadapi tim asal Spanyol, Girona.
Pada 10 Desember, ia mencetak gol pertamanya di Liga Champions dalam kemenangan tandang 3–0 atas RB Salzburg.
Lima hari kemudian, ia meraih penghargaan Man of the Match pertamanya di Ligue 1 dalam kemenangan kandang 3–1 atas Lyon—memberikan assist untuk gol pembuka Ousmane Dembélé dan memenangkan penalti yang kemudian dikonversi oleh Vitinha.
Pada 19 Februari 2025, Doué masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan play-off Liga Champions melawan sesama klub Ligue 1, Stade Brestois.
Ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist dalam kemenangan telak 7–0 bagi PSG.
Statusnya dalam skuad PSG terus meningkat berkat performa impresif, termasuk dalam laga kontra Lille pada 1 Maret di mana ia mencetak satu gol dan satu assist.
Pada 11 Maret, dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Liverpool, Doué masuk menggantikan Bradley Barcola dan mencetak penalti penentu kemenangan di Anfield—membalikkan keadaan setelah PSG kalah 1–0 di leg pertama.
Pada 5 April, ia mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1–0 atas Angers, yang memastikan gelar Ligue 1 ke-13 bagi PSG.
Pada 9 April, ia mencetak gol penyama kedudukan dari luar kotak penalti dalam leg pertama perempat final Liga Champions melawan Aston Villa, dan PSG kemudian menang 3–1 setelah tertinggal lebih dulu.
Pada 31 Mei 2025, Doué mencetak dua gol dan memberikan satu assist dalam kemenangan 5–0 atas Inter Milan di final Liga Champions, sekaligus meraih penghargaan Man of the Match dan mengantar PSG menjuarai kompetisi tersebut untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Karakter Bermain
Doué secara alami bermain sebagai gelandang serang, namun fleksibilitasnya memungkinkannya bermain lebih dalam di lini tengah, di kedua sisi sayap, atau bahkan sebagai penyerang, tergantung pada formasi tim.
Sebagai playmaker dinamis yang mampu bergerak dari box to box dengan insting mencetak gol tinggi, ia dikenal karena kelincahan, akselerasi, dan kecepatannya yang luar biasa.
Digabungkan dengan teknik dribbling, tembakan, dan umpannya yang sangat baik, ia menjadi ancaman ofensif berbahaya dalam berbagai situasi.