KLIK SAJA - Dua rival Serie A, AS Roma dan AC Milan, akan berhadapan di Stadio Olimpico pada hari Senin, 19 Mei 2025 pukul 01.45 WIB dalam laga krusial bagi ambisi Eropa mereka, saat keduanya berusaha bangkit dari kekecewaan masing-masing.
Roma baru saja melihat laju 19 pertandingan tak terkalahkan mereka di Serie A—termasuk 14 kemenangan—dipatahkan oleh kekalahan 1-2 dari Atalanta pada Senin malam lalu di Bergamo.
Hasil tersebut memperkecil peluang mereka finis di empat besar, namun mereka tetap dalam persaingan ketat memperebutkan satu slot tersisa di Liga Champions.
Saat ini, Juventus dan Lazio memimpin dengan 64 poin, disusul Roma di posisi keenam dengan 63 poin, dan Bologna di urutan ketujuh dengan 62 poin.
Persaingan memasuki fase akhir yang sangat menegangkan.
Sejak pergantian tahun, Roma telah mengumpulkan 43 poin, hanya kebobolan 10 gol, dan mencatatkan 10 clean sheet.
Pelatih interim Claudio Ranieri, yang kembali untuk ketiga kalinya menangani klub masa kecilnya, telah menstabilkan performa tim dan berharap bisa menutup masa baktinya dengan membawa Roma kembali ke kompetisi Eropa.
Laga hari Minggu akan menjadi momen emosional karena bukan hanya pertandingan kandang terakhir Ranieri, tetapi juga pertandingan ke-500-nya sebagai pelatih di Serie A — menjadikannya pelatih ke-12 yang mencapai tonggak sejarah tersebut.
Ia pertama kali memimpin tim Serie A bersama Cagliari pada September 1990, tepat 34 tahun dan 251 hari yang lalu.
Namun, sejarah tidak berpihak pada Roma: mereka belum menang dalam 10 laga liga terakhir melawan Milan, dan juga kalah saat terakhir bertemu di perempat final Coppa Italia.
Milan sendiri baru saja mengalami kekecewaan, kalah dari Bologna di final Coppa Italia hari Rabu lalu — kekalahan yang membuat mereka bisa saja absen dari kompetisi Eropa musim depan.
Padahal mereka sebelumnya berhasil menyingkirkan Inter Milan di semifinal dan mengalahkan Bologna di liga beberapa hari sebelumnya.
Kini mereka menempati peringkat 8 klasemen, terpaut 3 poin dari Roma dengan hanya dua laga tersisa.
Sejak dilatih Sergio Conceicao, Milan tampil tidak konsisten meskipun sempat memenangkan Supercoppa Italia di bulan Januari.