Inter Melaju Ke Final Liga Champions, Bungkam Barcelona 4-3 Lewat Drama Memukau di San Siro

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 7 Mei 2025 | 09:09 WIB
Davide Fratesi rayakan gol di perpanjangan waktu (getty)
Davide Fratesi rayakan gol di perpanjangan waktu (getty)

KLIK SAJA - Inter Milan memastikan tempat di final Liga Champions setelah menaklukkan Barcelona dengan skor 4-3 dalam pertandingan leg kedua semifinal yang menegangkan di San Siro malam ini, dengan agregat 7-6. Gol Davide Frattesi di babak tambahan menjadi penentu kemenangan spektakuler mereka.

Scara statistik, Barcelona memang mengusai pertandingan, namun anak asuh Simone Inzghi sama sekali tak memainkan gaya main cattenacio, itu terbukti dengan banyaknya peluang dari Inter.

Hanya tersisa tiga menit dari waktu normal ketika Raphinha seolah-olah memenangkan pertandingan bagi Barcelona, memanfaatkan bola muntah untuk membawa timnya unggul pertama kali dalam laga yang penuh kejar-kejaran ini.

Namun, Francesco Acerbi dari Inter tidak menyerah begitu saja. Dengan gemilang, ia mencetak gol dari umpan silang Denzel Dumfries di masa injury time, menyamakan agregat menjadi 6-6 dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak inilah Frattesi menceploskan gol indah lewat lengkungannya yang memukau, sekaligus menjadi pemenang bagi Inter.

Inter sempat berada di posisi nyaman saat turun minum dengan keunggulan 2-0 berkat gol Lautaro Martinez dan penalti Hakan Calhanoglu—mengulangi sejarah awal cepat mereka seminggu sebelumnya.

Namun, tim besutan Hansi Flick bangkit dengan cepat di babak kedua, menyamakan kedudukan sebelum menit ke-60 melalui gol Eric Garcia dan Dani Olmo.

Garcia bahkan sempat melewatkan peluang emas untuk menambah gol, sementara Barcelona juga dianulir hadiah penalti setelah VAR menilai pelanggaran Henrikh Mkhitaryan terhadap Lamine Yamal terjadi di luar kotak penalti.

Sayangnya, usaha Barcelona sia-sia. Mereka gagal membalas setelah gol Frattesi di babak tambahan, sehingga Inter Milan-lah yang berhak melaju ke final Liga Champions di Munich.

Tidak ada yang bisa dilakukan selain memberi penghormatan kepada kedua tim fenomenal ini atas pertunjukan spektakuler yang mereka sajikan dalam dua leg semifinal yang memukau.

 Tak diragukan lagi, mereka telah menjadi bagian dari salah satu laga terhebat dalam sejarah Liga Champions.

Para penonton netral mungkin lebih ingin melihat Barcelona di final, tetapi setelah dua leg ini, Inter telah membuktikan diri sebagai tim terbaik di Eropa.

Mereka bangkit dari kesulitan, lalu menampilkan aset terbesar mereka: kerja sama tim dan tekad baja.

Ini hanya kekalahan kedua bagi tim Flick dalam 31 pertandingan terakhir. Sulit mengkritik mereka mengingat performa menyerang yang ditunjukkan untuk bangkit dari ketertinggalan dua gol di kedua leg.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X