KLIK SAJA - Jamie Vardy, sosok yang identik dengan perjalanan ajaib Leicester City, resmi mengumumkan kepergiannya dari klub di akhir musim 2024-2025.
Setelah 13 tahun penuh dedikasi, loyalitas, dan sejarah emas, penyerang ikonik Inggris itu menutup lembaran luar biasa dalam kariernya di King Power Stadium.
Dalam pernyataan emosional yang dirilis pada Kamis (24/4/2025), Vardy mengungkapkan betapa dalamnya hubungan emosionalnya dengan klub yang telah menjadi rumah baginya selama lebih dari satu dekade.
“Leicester City telah menjadi rumah kedua saya, keluarga besar saya, hidup saya selama 13 tahun,” ujar Vardy. “Keputusan ini sangat berat, tetapi sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal.”
Didatangkan dari Fleetwood Town pada 2012 dengan biaya hanya £1 juta, Vardy menjelma menjadi legenda klub.
Dari seseorang yang tak dikenal dan mengawali karir sebagai pemain amatir, Vardy menjelma menjadi striker tajam dan tak kalah dengan penyerang lainnya yang miliki bayaran tinggi.
Gaya mainnya sederhana, selalu berlari mengejar bola tanpa lelah, sangat jago menerima umpan terobosan cepat dan yang pasti penyelesaian akhir akurat.
Ia mencetak hampir 200 gol dalam seluruh kompetisi dan menjadi simbol dari kisah "Cinderella" Leicester, terutama saat klub menjuarai Premier League 2015-2016, sebuah prestasi yang mengguncang dunia sepak bola.
Namun, Vardy bukan hanya sekadar pencetak gol. Ia adalah cerminan semangat tanpa lelah, tekad pantang menyerah, dan kedekatan tulus dengan suporter.
“Para penggemar menerima saya seperti salah satu dari mereka. Mereka selalu ada, dalam suka dan duka,” katanya, menahan haru.
Selain gelar liga yang ikonis, Vardy juga menjadi bagian penting dalam pencapaian Piala FA 2021, mempersembahkan trofi tersebut untuk pertama kalinya dalam sejarah Leicester.
Dalam 13 tahun, ia telah melewati berbagai pasang surut: promosi dari Championship, perjuangan di papan bawah, kejutan di puncak klasemen, hingga akhirnya melihat tim terdegradasi kembali ke kasta kedua musim ini setelah kekalahan dari Liverpool.
Meski Leicester terdegradasi, Vardy belum ingin gantung sepatu. Ia mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan karier ke MLS atau Liga Pro Saudi.
“Saya ingin terus bermain dan mencetak gol. Semoga masih ada beberapa gol lagi untuk Leicester sebelum tirai musim ini ditutup,” katanya penuh harap.