3 Alasan Kuat Ruben Amorim Tidak Memakai Jasa Ruud van Nistelrooy Sebagai Asistennya

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Selasa, 12 November 2024 | 08:53 WIB
Momen wawancara perdana Ruben Amorim sebagai pelatih kepala Manchester United (www.eurosport.com)
Momen wawancara perdana Ruben Amorim sebagai pelatih kepala Manchester United (www.eurosport.com)

KLIK SAJA - Manchester United memasuki babak baru dengan kedatangan Ruben Amorim sebagai pelatih kepala per 11 November 2024. Keputusan ini tentu saja menarik perhatian banyak pihak, terutama setelah diketahui bahwa Amorim tidak akan melanjutkan kerja sama dengan Ruud van Nistelrooy, legenda klub yang sebelumnya menjabat sebagai manajer interim.

Manchester United telah mengonfirmasi bahwa Ruud van Nistelrooy telah meninggalkan klub setelah berbicara langsung dengan Amorim mengenai rencana ke depan Setan Merah. 

"Manchester United dapat mengonfirmasi bahwa Ruud van Nistelrooy telah meninggalkan klub. Ruud bergabung kembali pada musim panas dan telah mengambil alih tim selama empat pertandingan terakhir sebagai pelatih kepala sementara. Ruud adalah, dan akan selalu menjadi, legenda Manchester United," tulis Manchester United di media officialnya.

Apa sebenarnya alasan di balik keputusan ini? Mari kita bedah satu per satu.

Baca Juga: Pietro Comuzzo, Benteng Pertahanan Tangguh Fiorentina dan Jaminan Masa Depan Catenaccio

1. Bayang-Bayang Erik ten Hag

Ruud van Nistelrooy memang memiliki reputasi yang baik sebagai pelatih. Ia pernah membawa PSV Eindhovenmeraih Dutch Cup dan Dutch Super Cup musim 2022/2023. Namun, ia juga erat kaitannya dengan Erik ten Hag, pelatih sebelumnya yang baru saja dipecat. Ruudtje didatangkan sebagai asisten pelatih oleh ten Hag, dan keduanya bekerja sama sudah menjalin kerja sama sejak awal musim ini.

Sebagai manajer interim, Ruudtje sebenarnya memberikan hasil yang lumayan dengan empat laga tanpa kekalahan. Menang 5-2 melawan Leicester City di Carabao Cup, imbang 1-1 dengan Chelsea, menang 2-0 atas PAOK di Europa League, serta ditutup kemenangan 3-0 atas Leicester lagi di Premier League.

Tak ayal, banyak pemain dan fans yang berharap ia masuk ke dalam gerbong anyar Amorim. Statemen dari Ruudtje pun sudah jelas, bahwa ia siap membantu Manchester United di posisi apapun.

Di sisi lain, Amorim yang memiliki visi dan gaya kepelatihannya sendiri, mungkin ingin membangun tim dengan staf kepelatihan yang sepenuhnya loyal dan sejalan dengan ide-ide taktisnya. Dengan mempertahankan Ruud Van Nistelrooy, ada potensi munculnya dinamika internal yang tidak diinginkan, mengingat ikatan erat antara Ruudtje dan ten Hag.

Ruud van Nistelrooy setelah Manchester United menaklukkan Leicester di Carabao Cup
Ruud van Nistelrooy setelah Manchester United menaklukkan Leicester di Carabao Cup (manutd.com/ist)

Baca Juga: Ivan Juric Dipecat AS Roma Padahal Belum Sampai Dua Bulan Bekerja, Ngebet Kejar Mancini?

2. Legenda yang Terlalu Besar

Ruud Van Nistelrooy adalah legenda hidup Manchester United. Prestasinya sebagai pemain sangat luar biasa, dan namanya selalu akan dihormati oleh para fans. Namun, menjadi legenda juga bisa menjadi sebuah beban. Kehadiran sosok sebesar Ruudtje di staf kepelatihan bisa saja mengalihkan perhatian dari sosok pelatih kepala.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: transfermarkt.co.id, bbc.com, manutd.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X