KLIK SAJA - Pietro Comuzzo, bek muda 19 tahun yang musim ini tengah menanjak di kancah sepakbola Italia, telah menjadi sosok kunci dalam lini pertahanan Fiorentina. Dengan bakat dan kemampuannya yang luar biasa, ia telah berhasil menjadi salah satu bek tengah terbaik di Serie A sekaligus mengantar La Viola berada di papan atas. Panggilan dari Timnas Italia-pun ia dapatkan pada bulan November 2024 ini. Di pundaknya, ada jaminan masa depan Catenaccio ala Italia.
Comuzzo, yang lahir pada 20 Februari 2005, memiliki segala atribut yang dibutuhkan untuk menjadi seorang bek tengah top. Dengan tinggi 1,85 meter, ia memiliki fisik yang kuat, kecepatan yang baik, dan kemampuan membaca permainan yang tajam. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, baik dalam hal passing maupun tackling.
Baca Juga: Dear Pemain Muda Indonesia, Tirulah Jejak Karier Kim Min-su yang Senyap Tapi Berkelas Ini!
Perannya dalam tim Fiorentina sangat vital. Ia mampu beradaptasi dengan baik dalam formasi 4-2-3-1 yang diterapkan oleh pelatih Raffaele Palladiono. Dengan kemampuannya dalam bertahan dan membangun serangan, Comuzzo menjadi salah satu pilar utama dalam skema permainan Fiorentina.
Memainkan debutnya pada 9 Oktober 2023, pelatih Vincenzo Italiano sudah mengendus bakat hebatnya dari Fiorentina Primavera. Comuzzo hampir selalu ada di setiap turnamen kategori umur La Viola maupun Timnas Italia, hingga ia dirasa siap menjadi pemain utama pada musim 2024/2025 ini di bawah asuhan Palladino.
Membangun kerja sama dengan "kakak kelasnya" di Primavera, yakni Luca Ranieri, Pietro Comuzzo juga terbantu dengan adanya pemain senior di sekelilingnya seperti kiper David De Gea, Dodo, dan Robin Gosens. Dari 12 giornata awal Serie A musim ini, ia hanya diparkir dalam dua pertandingan melawan Atalanta dan Genoa.
Fisiknya terlihat lebih kekar dibanding saat debut musim lalu. Style nya kalem dalam membaca permainan dan mendadak "buas" saat bola mendekat, mengingatkan kita pada permainan mantan bek Manchester United asal Serbia, Nemanja Vidic. Bakal besar di sepak bola Italia, Comuzzo siap untuk menjadi jaminan masa depan Catenaccio.
Baca Juga: Prediksi Argentinos Juniors vs Banfield, Persaingan Sengit di Papan Bawah
Catenaccio di Era Modern
Formasi catenaccio, yang terkenal dengan soliditas pertahanannya, meski mulai ditinggalkan oleh beberapa klub Italia, masih relevan di era sepakbola modern. Raffaele Palladino musim ini telah berhasil mengadaptasi formasi tersebut dengan cara yang cerdas. Mereka mengombinasikan pertahanan solid dengan serangan balik yang cepat dan efektif.
Seperti terlihat di laga giornata 12 antara Fiorentina melawan Verona yang berakhir dengan skor 3-1, gol pertama dan ketiga Moise Kean tercipta melalui proses transisi cepat ini. Pada gol pertama, pertahanan Pietro Comuzzo dan Luca Ranieri bisa membendung serangan Gialloblu dan lantas mengirimkan bola progresi kepada Lucas Beltran sebelum disalurkan kepada Moise Kean.
Kemudian pada gol ketiga, soliditas pertahanan mampu membuat David De Gea mengamankan bola dan langsung mengirim umpan panjang pada Moise Kean untuk dieksekusi. Catenaccio di era modern ini juga menuntut inisiatif lebih ketika mendapatkan momen menyerang. Pietro Comuzzo juga mampu mengimbangi permintaan tersebut dengan umpan jarak pendek dan jarak jauh yang cukup akurat.
Dalam formasi catenaccio, kelebihan utama lini pertahanan adalah kemampuannya untuk melindungi gawang dengan sangat baik. Dengan dua atau tiga bek yang berbaris rapat, lawan akan kesulitan untuk menembus pertahanan. Selain itu, formasi ini juga bisa memberikan perlindungan ekstra kepada para gelandang dan penyerang dengan sama-sama menaikkan garis pertahanan.
Artikel Terkait
Hasil Serie A Inter Milan vs Napoli 1-1, Penalti Calhanoglu Gagal dan Reuni Akbar Antonio Conte Beakhir Damai
Prediksi Deportivo Riestra vs Velez Sarsfield, Upaya El Fortin Memantapkan Puncak Klasemen
Prediksi Lanus vs Platense, Bisa Menang lagi Granate?
Prediksi Tigre vs Defensa y Justicia, Sejarah Berpihak Pada Tim Tamu
Ivan Juric Dipecat AS Roma Padahal Belum Sampai Dua Bulan Bekerja, Ngebet Kejar Mancini?
Prediksi Argentinos Juniors vs Banfield, Persaingan Sengit di Papan Bawah