Mentalitas Juara Antonio Conte Hancurkan AC Milan dan Perbesar Peluang Napoli Raih Scudetto

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Rabu, 30 Oktober 2024 | 08:26 WIB
Momen gol kedua Napoli ke gawang AC Milan yang dicetak Khvicha Kvaratskhelia (football italia)
Momen gol kedua Napoli ke gawang AC Milan yang dicetak Khvicha Kvaratskhelia (football italia)

KLIK SAJA -  Napoli mencetak kemenangan penting atas AC Milan dengan skor 2-0 di San Siro pada laga giornata 10 Serie A, Rabu (30/10/2024) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi bukti betapa Antonio Conte telah menularkan mentalitas juara ke Partenopei, membawa mereka memimpin klasemen sementara Serie A dengan 25 poin. Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan ini mengukuhkan status Napoli sebagai kandidat kuat juara, yang unggul tujuh poin dari Inter Milan di posisi kedua yang akan bertanding melawan Empoli dini hari nanti.

Sementara hasil ini membawa Rossoneri tertahan di peringkat 8 dengan 14 angka. Satu laga tunda melawan Bologna menjadi tabungan mereka, namun melihat apa yang terjadi di lapangan, bisa menjelaskan skuad Paulo Fonseca perlahan tersingkir dari perebutan titel juara.

Dua gol Napoli di babak pertama dicetak oleh Romelu Lukaku dan Khvicha Kvaratskhelia, masing-masing di menit ke-5 dan ke-43. Ini menjadi kemenangan yang menunjukkan efektivitas taktik Conte, yang mampu mengoptimalkan kekuatan skuad Napoli yang solid dan memiliki jadwal pertandingan yang lebih ringan dibandingkan pesaing-pesaing lain di Serie A.

Baca Juga: Dear Pemain Muda Indonesia, Tirulah Jejak Karier Kim Min-su yang Senyap Tapi Berkelas Ini!

Conte Menularkan Mentalitas Juara

Tidak bisa dipungkiri, mental juara yang dibawa Conte adalah modal utama bagi Napoli musim ini. Conte adalah pelatih dengan rekam jejak yang tak diragukan. Ia pernah melakukan hal serupa ketika menukangi Chelsea pada musim 2016/2017. Saat itu, Chelsea juga tidak disibukkan dengan kompetisi Eropa, yang memberi Conte dan para pemain lebih banyak waktu untuk berfokus di liga domestik. Dengan jadwal yang lebih longgar, Chelsea mampu tampil konsisten sepanjang musim dan akhirnya meraih gelar Premier League dengan dominasi yang kuat.

Kini, skenario serupa tampak akan terulang bersama Napoli. Conte kembali memanfaatkan jadwal yang lebih ringan sebagai keuntungan besar bagi timnya. Napoli bisa fokus pada Serie A, mengoptimalkan waktu istirahat dan latihan, serta menjalani setiap pertandingan liga dengan kebugaran dan kesiapan yang prima. Bagi para pesaing, ketenangan Napoli dalam menghadapi satu kompetisi utama ini menjadi ancaman serius dalam perebutan Scudetto.

Jangan lupa juga, Conte juga sarat pengalaman menjadi kampiun Serie A. Pria 55 tahun kelahiran Lecce ini meraih scudetto tiga kali beruntun bersama Juventus (2011/2012, 2012/2013, dan 2013/2014), serta terakhir membawa Inter Milan meraih trofi tertinggi Italia musim 2020/2021. Para pesaing, yakni Inter Milan, Juventus, AC Milan, dan Atalanta, kini wajib merasa ngeri dengan dominasi Antonio Conte bersama Napoli.

Baca Juga: Atasi Protes Jadwal yang Overload, FIFA Kirim Arsene Wenger Menjadi Ketua Gugus Tugas Kesejahteraan Pemain Bola

Gol Pembuka Romelu Lukaku dan Keajaiban Kvaratskhelia di Babak Pertama

Seperti yang telah terlihat di laga kontra AC Milan, Conte mampu mengeluarkan performa terbaik dari setiap pemainnya, termasuk Romelu Lukaku. Di menit ke-5, Lukaku membuka keunggulan Napoli melalui gol hasil kerja sama apik dengan Franck Anguissa. Berawal dari umpan terobosan Anguissa yang menembus celah antara dua bek Milan, Lukaku melakukan kontrol yang sempurna. Dengan kekuatannya, ia mengatasi hadangan Strahinja Pavlovic dan berhasil menjebol gawang Mike Maignan melalui tendangan terarah ke sisi kiri.

Gol kedua Napoli di menit ke-43, yang dicetak oleh Khvicha Kvaratskhelia, kembali menunjukkan kecemerlangan taktik Conte. Berawal dari peneterasi di sisi kiri luar kotak penalti, Kvaratskhelia melepaskan tembakan memantul yang sulit diantisipasi Maignan, menambah keunggulan Napoli menjadi 2-0.

Kvaratskhelia telah menjadi salah satu pemain yang konsisten memberikan kontribusi penting, dan di bawah Conte, ia semakin berkembang. Pemain Georgia ini sudah mencetak 5 gol di musim ini, dan menjadi topskorer sementara tim di atas Romelu Lukaku (4 gol).

Conte memiliki kemampuan untuk memoles para pemain menjadi lebih tajam dan solid, baik dalam bertahan maupun menyerang. Pemain-pemain seperti Kvaratskhelia, Lukaku, Matteo Politani, Scott McTominay, dan Anguissa, yang menjadi pilar Napoli musim ini, menunjukkan peningkatan performa yang signifikan di bawah bimbingan Conte. Dengan kombinasi pemain yang matang dan taktik yang terukur, Napoli tampil sebagai tim yang sulit ditembus dan berbahaya di depan gawang.

Baca Juga: Jelang Hadapi Leicester City di Carabao Cup, Mau Dibawa Kemana Manchester United oleh Ruud van Nistelrooy?

Jalan Menuju Scudetto Makin Terbuka

Kini, dengan keunggulan tujuh poin di puncak klasemen dan performa yang konsisten, Napoli berada dalam posisi yang sangat baik untuk meraih Scudetto. Dalam situasi ini, pengalaman Conte yang pernah membawa Chelsea menjadi juara musim 2016/2017 tanpa beban kompetisi Eropa menjadi inspirasi. Napoli memiliki banyak waktu untuk pemulihan fisik dan mental, berbeda dengan Inter Milan atau Juventus yang harus berbagi fokus dengan kompetisi Eropa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: Reuters, Football Italia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X