Alert! Atletico Madrid Kandas 1-3 dari Lille di Kandang, Tanda Diego Simeone Mulai Kehilangan Magisnya?

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Kamis, 24 Oktober 2024 | 08:52 WIB
Duel antara pemain Atletico Madrid dan Lille di Matchday 3 UCL (Atletico de Madrid)
Duel antara pemain Atletico Madrid dan Lille di Matchday 3 UCL (Atletico de Madrid)

KLIK SAJA - Atletico Madrid secara mengejutkan mengalami kekalahan 1-3 dari Lille di kandang sendiri, Civitas Metropolitano, pada matchday ke-3 Liga Champions 2024/2025. Atletico sebenarnya memulai laga dengan baik setelah Julian Alvarez mencetak gol di menit ke-8, memanfaatkan kesalahan umpan Ousmane Toure yang langsung dimaksimalkannya menjadi gol dengan tendangan yang mengecoh kiper Lille, Lucas Chevalier.

Namun, situasi berubah drastis di babak kedua ketika Bruno Genesio, pelatih Lille, memasukkan sejumlah pemain kunci, termasuk Angel Gomes, Edon Zhegrova, dan Jonathan David. Lille semakin agresif dalam menyerang, dan hasilnya terlihat di menit ke-61 ketika Zhegrova menyamakan kedudukan dengan tembakan keras yang sedikit terdefleksi kepala Jose Gimenez, membuat Jan Oblak tak mampu menghalau bola tersebut. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

BACA JUGA : Hattrick Raphinha dan Visi Fermin Lopez Hapus Rekor Buruk Blaugrana dari Die Roten

Lille melanjutkan momentum positif mereka ketika di menit ke-74, wasit memberikan penalti yang kontroversial setelah menilai Koke melakukan pelanggaran terhadap pemain Lille. Penalti tersebut menimbulkan perdebatan karena sebelumnya terjadi handsball pasif oleh pemain Lille. Namun, Jonathan David tetap menjalankan tugasnya dengan baik, mengirim Oblak ke arah yang salah dan membawa Lille unggul 2-1.

Di penghujung pertandingan, tepatnya pada menit ke-89, David kembali berperan penting dengan menyontek bola hasil umpan Gabriel Gudmundsson, menambah penderitaan Atletico menjadi 1-3. Gol tersebut mempertegas reputasi David sebagai "penghancur" klub-klub asal Madrid setelah sebelumnya juga mencetak gol kemenangan atas Real Madrid di laga lain.

Kekalahan ini semakin memperburuk performa Atletico Madrid yang sebelumnya dihancurkan 0-4 oleh Benfica, membuat mereka semakin terpuruk dalam fase grup Liga Champions musim ini dengan hanya menduduki peringkat 27 berbekal tiga poin.

BACA JUGA : Pimpin Klasemen UCL, Unai Emery Memasak Sesuatu yang Besar di Aston Villa

Ekspresi sedih Diego Simeone dalam sebuah pertandingan
Ekspresi sedih Diego Simeone dalam sebuah pertandingan (AP Photo)

Hilangnya Magis Diego Simeone

Hasil mengecewakan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai keefektifan strategi Diego Simeone musim ini. Dalam pertandingan ini, Simeone mencoba menurunkan formasi trisula di lini depan dengan Antoine Griezmann, Alexander Sorloth, dan Julian Alvarez sebagai andalan serangan. Sayangnya, Sorloth gagal memanfaatkan dua peluang emas di babak pertama, yang seharusnya bisa memperlebar keunggulan Atletico. Penampilan buruknya akhirnya membuatnya digantikan Angel Correa di babak kedua.

BACA JUGA : Vinicius Jr Cetak Hattrick dalam Comeback Gemilang Real Madrid atas Dortmund, Siap Raih Ballon d'Or?

Mutasi pemain yang dilakukan Simeone tampak kurang efektif dibandingkan dengan keputusan Bruno Genesio, yang jeli memasukkan Jonathan David dan pemain inti lainnya pada babak kedua. Pergantian tersebut memberikan dampak besar bagi Lille yang akhirnya mampu membalikkan keadaan.

Penampilan tim yang tidak solid dan gagal dalam menyelesaikan peluang, ditambah dengan keputusan taktis yang kurang tepat dari Simeone, membuat Atletico Madrid kehilangan kendali permainan. Berbanding terbalik dengan Bruno Genesio, yang berhasil memanfaatkan kelemahan Atletico di babak kedua dengan serangan yang lebih terorganisir. Penampilan Jonathan David sebagai penentu kemenangan menegaskan ketajamannya dan menjadi sorotan bursa transfer musim panas mendatang.

Meskipun penalti yang diberikan kepada Lille masih bisa diperdebatkan, secara keseluruhan Atletico Madrid kalah dalam hal strategi dan eksekusi permainan. Kekalahan ini mengindikasikan bahwa Diego Simeone mungkin sedang menghadapi krisis kepemimpinan, dengan banyak pihak mulai mempertanyakan apakah magis yang ia bawa selama bertahun-tahun di Atletico mulai memudar. Penurunan performa ini tak hanya menjadi pukulan bagi kampanye Liga Champions Atletico, tetapi juga memberi tanda bahaya bagi kiprah Simeone sebagai pelatih di masa mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: Reuters, Google

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X