KLIK SAJA - Kota Los Angeles, Amerika Serikat, menjadikan Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga kesempatan untuk menguji kesiapan sistem transportasi umum.
Melalui delapan pertandingan yang digelar di kawasan Los Angeles, otoritas transportasi setempat berupaya menunjukkan bahwa masyarakat dan wisatawan dapat mengandalkan angkutan umum untuk menuju stadion.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 yang mengusung konsep no car games, yakni mendorong penonton menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.
Berikut 5 langkah yang dilakukan Los Angeles selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
1. Piala Dunia Dijadikan Simulasi Menuju Olimpiade 2028
Los Angeles memanfaatkan penyelenggaraan Piala Dunia sebagai ajang uji coba sistem transportasi umum dalam melayani puluhan ribu pengunjung.
Pengalaman selama turnamen akan menjadi bahan evaluasi sebelum kota tersebut menjadi tuan rumah Olimpiade 2028.
Pemerintah kota ingin memastikan mobilitas penonton dapat berlangsung lancar tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.
Konsep ini menjadi bagian dari strategi penyelenggaraan Olimpiade yang lebih ramah lingkungan.
Hasil evaluasi selama Piala Dunia akan digunakan untuk menyempurnakan layanan pada ajang olahraga berikutnya.
2. Shuttle Bus Ditambah Menuju Stadion
Karena belum tersedia jalur kereta langsung menuju SoFi Stadium, LA Metro mengoperasikan sedikitnya 15 rute shuttle bus dari sejumlah stasiun utama.
Layanan tambahan tersebut memudahkan suporter melanjutkan perjalanan dari kereta menuju lokasi pertandingan.