Lie berupaya menjaga bukan hanya bangunan, tetapi juga nilai-nilai sejarah di dalamnya.
Baginya, setiap sudut kelenteng seperti halaman buku yang tidak boleh hilang dimakan waktu.
Menyapa Pengunjung Hampir Setiap Hari
Meski usianya tidak lagi muda, Lie tidak pernah absen hampir setiap hari datang ke kelenteng.
Dia memastikan kegiatan kelenteng berjalan baik dan struktur ruangan tetap terawat.
Lie juga menyapa pengunjung yang datang, baik sekadar ziarah, berdoa, maupun melihat langsung sejarah yang tersimpan.
Pendekatan yang hangat ini membuat kelenteng tetap terasa hidup dan menjadi ruang interaksi sosial.
Beberapa pengunjung mengaku datang sejak kecil bersama keluarga, sambil belajar soal akar budaya komunitasnya.
Lie seolah menyampaikan pesan bahwa sejarah bukan hanya dibaca, tetapi juga dirasakan.
Dan ia menjaga semuanya dengan cara paling sederhana: hadir, setiap hari.
Saksi Perubahan Sosial dan Pendidikan Masa Lalu
Lie merupakan saksi hidup perubahan kehidupan komunitas Tionghoa di Semarang.
Dia tumbuh pada zaman ketika ruang budaya dan identitas tidak sebesar seperti hari ini.