Lie berupaya menjaga bukan hanya bangunan, tetapi juga nilai-nilai sejarah di dalamnya.
Baginya, setiap sudut kelenteng seperti halaman buku yang tidak boleh hilang dimakan waktu.
Menyapa Pengunjung Hampir Setiap Hari
Meski usianya tidak lagi muda, Lie tidak pernah absen hampir setiap hari datang ke kelenteng.
Dia memastikan kegiatan kelenteng berjalan baik dan struktur ruangan tetap terawat.
Lie juga menyapa pengunjung yang datang, baik sekadar ziarah, berdoa, maupun melihat langsung sejarah yang tersimpan.
Pendekatan yang hangat ini membuat kelenteng tetap terasa hidup dan menjadi ruang interaksi sosial.
Beberapa pengunjung mengaku datang sejak kecil bersama keluarga, sambil belajar soal akar budaya komunitasnya.
Lie seolah menyampaikan pesan bahwa sejarah bukan hanya dibaca, tetapi juga dirasakan.
Dan ia menjaga semuanya dengan cara paling sederhana: hadir, setiap hari.
Saksi Perubahan Sosial dan Pendidikan Masa Lalu
Lie merupakan saksi hidup perubahan kehidupan komunitas Tionghoa di Semarang.
Dia tumbuh pada zaman ketika ruang budaya dan identitas tidak sebesar seperti hari ini.
Artikel Terkait
Info Gerbangkertosila! Jadwal Lokasi Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Bank Indonesia Untuk Area Surabaya dan Sekitarnya Periode 19 - 26 Februari
Info Terbaru! Jadwal Kapal Pelni KM Lawit Periode 18 Februari – 1 Maret 2026 Rute Rote – Surabaya – Kumai - Semarang – Sampit
Cek Informasi Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Balikpapan ke Surabaya Periode 15 – 27 Februari 2026
Informasi Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Surabaya ke Balikpapan Periode 15 – 27 Februari 2026
Dony Ahmad Munir Gabung Gerindra 2026, Strategi Baru Percepat Pembangunan Kabupaten Sumedang