Bukan hanya bangunan fisiknya, tapi layanan medis yang benar-benar berjalan.
Tenaga kesehatan, obat, dan alat harus tersedia di tempat.
Dengan begitu, penyakit akibat banjir bisa cepat ditangani sebelum bertambah parah.
Tenaga Medis Harus Sesuai dengan Jenis Bencana
Dokter Daeng juga menyoroti pentingnya pengiriman tenaga medis yang sesuai kebutuhan bencana.
Baca Juga: UMK Kota Salatiga 2026 Resmi Rp2.698.273, Pekerja Senyum atau Masih Mengelus Dada?
Ia menegaskan bahwa setiap bencana memiliki prioritas penanganan yang berbeda.
“Pengiriman dokter itu harus tepat, karena masing-masing bencana itu berbeda prioritasnya,” katanya.
Untuk banjir, lini pertama adalah penyakit akibat air seperti gangguan paru, saluran cerna, mata, dan kulit.
Karena itu, dokter penyakit dalam, paru, mata, dan kulit lebih dibutuhkan.
Ia menilai dokter ortopedi atau bedah mungkin penting, tapi lebih relevan untuk bencana gempa.
Ketepatan ini akan membuat penanganan lebih efektif dan tidak salah sasaran.
Baca Juga: Resmi! UMK Pekalongan 2026 Rp2,7 Juta Lebih, Cukup Nggak Buat Hidup Nyaman di Kota Pesisir?
Puskesmas Terdampak Banjir Siap Bangkit Kembali
Dari sisi pemerintah, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut sekitar 300 Puskesmas terdampak banjir di Sumatera akan segera beroperasi normal.