Banyak warga setempat dikabarkan memilih bertahan di rumah.
Sementara itu, pejabat lokal sudah mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri berkendara di area yang tergenang.
Situasi ini memperlihatkan bahwa perubahan iklim benar-benar memengaruhi wilayah yang biasanya aman dari banjir.
Makkah dan Madinah Juga Berpotensi Terdampak
Laporan dari Gulf News dan Pusat Meteorologi Nasional (NCM) menyebut bahwa bukan hanya Jeddah yang terancam.
Baca Juga: Duka Terra Drone! Ketika Buruh Perempuan dan Ibu Hamil Masih Belum Benar-Benar Dilindungi
Sejumlah wilayah lain seperti Makkah, Madinah, Qassim, Riyadh, hingga Provinsi Timur juga berada dalam status waspada cuaca ekstrem.
Prediksinya badai petir sedang hingga lebat disertai hujan es—kombinasi yang jarang terjadi di kawasan tersebut.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir bandang, terutama di wilayah dengan topografi cekungan atau lembah.
Informasi ini membuat banyak jemaah umrah dan warga Indonesia di sana ikut mencermati perkembangan cuaca.
Beberapa komunitas diaspora bahkan telah melakukan koordinasi untuk mengatur mobilitas harian.
Cuaca ekstrem ini sekaligus jadi pengingat bahwa musim dingin di Timur Tengah tak lagi senyap seperti dulu.
Badai Petir di Riyadh, Hujan Ringan di Tabuk, hingga Kabut Tipis
Berdasarkan laporan SPA (Saudi Press Agency), kondisi cuaca di Arab Saudi pada hari yang sama menunjukkan pola ekstrem di banyak wilayah.