Riyadh dan Provinsi Timur diprediksi dihantam badai petir sedang hingga lebatbcukup berbahaya jika disertai hujan es dan angin debu.
Sementara itu, daerah seperti Makkah, Al-Baha, Aseer, Jazan, hingga Qassim kemungkinan hanya mengalami hujan ringan hingga sedang.
Meski begitu, kabut tipis diperkirakan muncul di Madinah, Tabuk, dan Hail, yang dapat mengurangi jarak pandang pengemudi.
Pemerintah setempat meminta warga lebih memperhatikan informasi prakiraan cuaca harian.
Baca Juga: Gua Natal Besar, Pohon Raksasa, Lampu Tematik! Inilah Gereja-Gereja Paling Meriah di Semarang
Fenomena ini menunjukkan skala cuaca ekstrem yang meluas, tidak hanya terpusat di pesisir Jeddah saja.
Situasi ini membuat publik bertanya-tanya: apakah Arab Saudi sedang mengalami "musim basah" yang tidak biasa?
Warga Diimbau Tetap di Rumah
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi langsung merilis imbauan agar warga menghindari lembah, sungai kering, dan wilayah rawan banjir.
Banyak warga diminta tetap berada di tempat aman karena arus banjir Jeddah sangat cepat dan berwarna coklat pekat, menandakan perpindahan sedimen besar.
Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tidak percaya pada informasi hoaks yang beredar di medsos.
Tingginya mobilitas warga dan jemaah umrah membuat situasi semakin membutuhkan koordinasi cepat.
Sejumlah video tambahan beredar, memperlihatkan mobil yang nyaris terseret arus.
Bagi banyak orang, ini menjadi pengingat serius bahwa perubahan cuaca tak bisa lagi dianggap sepele.
Artikel Terkait
Bencana Belum Usai, Bupati Justru Umrah, 6 Fakta yang Bikin Netizen Mengelus Dada
5 Sinyal Bahaya dari WALHI! Banjir–Longsor Sumatera dan Kewajiban Negara Menggugat Pengusaha
Dari Logistik Darat hingga Airdrop, Ini Penjelasan Lengkap TNI Soal Distribusi Bantuan Korban Banjir Sumatera!
Perang Dunia Berdampak ke Harga BBM? Prabowo Ungkap Pentingnya Kemandirian Energi dalam Situasi Global Tak Stabil
Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK