Sejak meluncurkan Bahtera Seva I, BRI menjadi pelopor bank nasional yang masuk ke wilayah kepulauan menggunakan moda transportasi laut.
Langkah ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga mematahkan anggapan bahwa akses keuangan hanya bisa berbasis kantor fisik di darat.
Layanan tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bertransaksi secara langsung, bahkan di lokasi-lokasi yang jauh dari pusat kota.
Banyak warga pesisir yang merasa kehadiran BRI menjadi jembatan penting antara kebutuhan ekonomi dan geografis yang menantang.
Baca Juga: 17 Meninggal dan Puluhan Terjebak, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kebakaran Gedung Terra Drone?
Selain transaksi, petugas BRI juga memberikan edukasi keuangan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Model ini terbukti efektif meningkatkan literasi dan kemandirian finansial warga pulau.
Dari perspektif nasional, BRI memperlihatkan bagaimana inovasi bisa menjangkau mereka yang selama ini tertinggal.
Ekspansi Bahtera Seva II dan III, Dari NTT hingga Maluku dan Halmahera
Pada 24 Februari 2017, dua kapal baru Bahtera Seva II dan Bahtera Seva III diluncurkan di Ambon sebagai bagian dari ekspansi besar BRI.
Bahtera Seva II difokuskan melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur, wilayah yang dikenal memiliki tantangan geografis luar biasa.
Sementara Bahtera Seva III bergerak di kawasan Kepulauan Maluku dan Halmahera, dua wilayah yang memiliki banyak pulau kecil dengan akses terbatas.
Kehadiran dua kapal ini menegaskan bahwa layanan keuangan tidak boleh berhenti hanya di wilayah-wilayah strategis.
Dengan bertambahnya armada, semakin banyak titik pesisir yang bisa disentuh BRI setiap bulannya.